BETANEWS.ID, DEMAK – Terik matahari siang itu seolah memanggil pengendara yang melewati warung bertuliskan “Es Rumput Laut 56” yang ada di Desa Tlogopring, Kebonagung, Demak. Tak perlu menunggu lama, pembeli yang datang langsung dilayani seorang pria dengan cekatan. Pria itu tak lain adalah Ali Tohirin (43), pemilik Es Rumput Laut 56.
Ali sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa pemandangan persawahan memang menjadi daya tarik pembeli. Tak heran jika dagangan Ali tak pernah sepi pembeli.

“Tak hanya pemandangan, tapi yang kita jual juga harus enak. Biasanya saya buka pukul 9.00 WIB. Sehari bisa menjual 300 hingga 400 porsi,” ungkapnya saat ditemui, selasa (13/6/2023).
Baca juga: Teras’e Jeng Minul, Tawarkan Aneka Wedang Rempah Warisan Leluhur
Ali bercerita, dirinya sudah memulai usaha es rumput laut sejak 2004. Mengingat keuntungan berjualan es cukup menjanjikan, Ali kemudian membuka cabang kedua.
“Kalau sekarang saya sudah punya dua cabang. Rata-rata yang beli daerah sekitar aja. Seperti Dempet, Mintreng, dan yang paling jauh itu dari Semarang. Tapi kebanyakan anak-anak sekolah sama petani habis dari sawah yang mampir,” kata pria asal Buyaran, Demak itu.
Ali menjelaskan, bahan-bahan yang digunakan cukup lengkap, ada yang ia beli dari pasar dan beberapa diracik sendiri.
“Bahan-bahannya itu ada cincau, dawet, sagu mutiara, roti, santan dan air gula jawa. Yang racikan sendiri itu santan sama gula jawanya. Sisanya beli di pasar dan diolah lagi sendiri,” bebernya.
Baca juga: Harganya Cuma Rp3 Ribu, Es Cincau Bandung di Jepara Ini Pembelinya Tak Terbendung
Di tempatnya, Ali menjual es rumput dengan harga terjangkau yakni Rp5 ribu. Selain minum di tempat sembari menikmati pemandangan sawah, menurutnya juga banyak yang membungkus.
“Kebanyakan pada makan di sini. Bahkan ada yang nambah, ada juga yang dibungkus untuk oleh-oleh,” bebernya.
Penulis: Alfian Ahmad Saputra, Mahasiswa Magang UMK
Editor: Ahmad Rosyidi

