BETANEWS.ID, PATI – Perempuan itu tampak sibuk memilih aneka rempah yang berada di atas tampah. Ia kemudian mengiris, mengulek dan mencampur aneka rempah-rempah tersebut ke dalam sebuah mangkuk yang terbuat dari batok kelapa.
Perempuan bernama Indah Susanti itu, kemudian menyeduh ragam bahan rempah tersebut dengan air panas dari ceret menjadi minuman yang menghangatkan. Setelahnya, para pramusaji yang berbusana tradisional lurik hitam ala abdi dalem Keraton Yogyakarta secara cekatan mengedarkan wedang rempah itu ke meja para pelanggan di Teras’e Jeng Minul.

Teras’e Jeng Minul merupakan kedai minuman rempah tradisional yang menawarkan konsep angkringan kekinian. Pemilik Teras’e Jeng Minul, Indah Susanti, mengatakan, ia membuka kedai ini untuk menghidupkan kembali tradisi minuman rempah warisan leluhur.
Baca juga: Merasakan Sensasi Ngopi di Atas Perahu Sambil Susuri Sungai Juwana
“Minuman rempah ini kan memang sudah ada sejak leluhur kita. Jadi kita teruskan warisan leluhur ini. Apalagi, minuman rempah ini kan memiliki banyak khasiat untuk kesehatan,” ujarnya.
Kedai yang berlokasi di Jalan Diponegoro nomor 103 C Pati ini menyajikan banyak pilihan wedang kombinasi rempah dengan harga mulai Rp9 ribu. Minuman itu anatara lain, jakencruk yang merupakan kombinasi jahe, kencur, dan jeruk. Kemudian ada jasernis, campuran jahe, sereh, dan jeruk nipis. Lalu ada japare yang mengandung komposisi jahe, pandan, dan sereh.
“Selain 13 menu wedangan, kami juga punya 11 menu jamu godok. Menu-menu kami berkhasiat untuk menghangatkan badan serta menjaga stamina dan kebugaran,” ungkapnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

