Koalisi People Power Turun ke Jalan, Suarakan Misi Kemanusiaan

BETANEWS.ID, SOLO – Puluhan warga yang tergabung dalam koalisi People Power melakukan aksi demonstrasi di halaman Gedung Umat Islam, Kartopuran, Kecamatan Serengan Solo, Jumat (7/7/2023) siang.

Di bagian pagar gedung sebelumnya dipasang senumlah spanduk yang bertuliskan beberapa tuntutan mereka. Beberapa di antaranya ‘Misi Kemanusiaan Trisula Wedha, Revolusi Anti Korupsi’, ‘Kembalikan Kedaulatan ke Tangan Rakyat’ ‘Turunkan dan Adili Rezim Korup’, dan beberapa lainnya.

Baca Juga: Akan Ada Seruan Aksi People Power, Gibran: Warga Berhak Berpendapat

-Advertisement-

Aksi dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Aksi tersebut dihadiri oleh kelompok koalisi People Power dari wilayah Solo Raya. Sejumlah orator dari masing-masing daerah juga menyampaikan aspirasinya.

Ditemui usai aksi, Penanggung Jawab Aksi Damai, Mudrick Sangidu mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan sikap dari Koalisi People Power. Pihaknya menilai situasi negara saat ini sudah tidak jelas.

“Bagaimana korupsi, kolusi, nepotisme secara terang terangan. Berani sekali orang korupsi itu, seolah olah didukung, malah didukung dan dilindungi oleh KPK,” kata Mudrick.

Menurutnya, aksi ini dilakukan lantaran aapirasi yang disampaikan kepada anggota dewan selalu macet dan tidak mendapatkan timbal balik. Sehingga, rakyat dirasa harus turun ke jalan supaya didengar oleh rezim saat ini.

“Karena macetnya aspirasi yang kami sampaikan kepada dewan, sama sekali tidak digubris, hanya beberapa fraksi yang mau menyampaikan, lainnya tidak ada. Karena kalau rakyat tidak bergerak, negara mau dibawa kemana,” ujarnya.

Kemudian, tuntutan kedua yang disuarakan oleh People Power menyangkut soal masalah Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Menurutnya, korupsi saat ini sudah tudak bisa dikendalikan.

“Sampai yang namanya prof Mahfud MD menyampaikan bahwa da indikasi korupsi sjumlah Rp349 triliun, DPR ora setuju,” ujarnya.

“Putranya walikota (di Solo), mantunya walikota di Medan, kemudian yang paling kecil mau maju di depok, kemudian malah ini si Gibran konon katanya mau jadi wakilnya pak Prabowo. Ini kan tidak karu karuan,” sebutnya.

Kemudian juga terkait Presiden Jokowi yang dinilainya menjadi salah satu tim sukses (Timses) dari salah satu Capres.

Selain di Solo, aksi yang dilakukan elemen masyarakat People Power juga dilakukan di Bandung dan Jakarta. Mudrick menyebut, aksi itu dilakukan bersamaan secara spontan, tanpa adanya koordinasi dari masing-masing wilayah.

“Ini rakyat itu sudah kecewa, jadi akumulasi kekecewaan itu ya sekarang ini. Dan alhamdulillah bersama dengan ini itu ada di Bandung, Jakarta dan saya tidak ada janjian, secara kebetulan,” ujarnya.

Lebih lanjut, jika tuntutan yang disampaikan tidak mendapatkan timbal balik, Mudrick mengaku bahwa pihaknya akan tetap turun ke jalan untuk melakukan aksi.

Baca Juga: Satpol PP Kota Solo Copot Spanduk Tolak People Power

“Ya, insyaAllah dengan izin Allah akan terus kita lanjutkan, tidak akan menyerah,” katanya.

Aksi damai ini sebelumnya akan digelar di kawasan bundaran Gladak Solo. Namun, karena tidak diperbolehkan di kawasan itu, maka aksi direalisasikan di halaman Gedung Umat Islam di kawasan Kartopuran, Kecamatan Serengan, Solo.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER