31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Bordir Icik Khas Kudus Krisis Pengrajin, Tersisa Lansia dan Sudah Berkacamata

BETANEWS.ID, KUDUS – Bordir Icik khas Kudus terancam punah karena saat ini sudah krisis pengrajin. Bahkan, mereka sudah lanjut usaia (lansia) dan berkacamata sehingga penglihatannya sudah tidak bagus lagi.

Owner Bordir Dahlia, Saadah, mengaku kesulitan mencari tenaga tambahan jika lagi banyak orderan. Untuk saat ini, dirinya mempekerjakan 40 pengrajin yang mayoritas sudah tua. Jumlah itu sudah termasuk yang pengerjakan pesanan di rumah masing-masing.

“Sekarang ini perajin bordir sudah tua-tua. Sudah pada punya cucu dan berkacamata. Generasi penerusnya tidak ada,” ujar Saadah di kediamanya yang berada di Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kudus, Selasa (25/7/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Bordir Cahaya Indah Janggalan, Langganan Presiden Soeharto yang Sudah Ciptakan Ribuan Corak

Sementara untuk penjualan, Saadah, mengaku, saat ini sudah mulai pulih setelah ada pandemi. Menurutnya, waktu pandemi usahanya sangat terdampak sekali, karena bordir melekat pada pakaian yang digunakan ketika ada acara.

“Sementara saat pandemi semua acara dilarang. Sehingga waktu itu usaha kami sangat terdampak sekali,” ungkapnya.

Saadah mengaku, usaha bordir yang dirintisnya sejak 1988 itu dipasarkan secara konvensional mengandalkan kepuasan para pelanggan lama, dan yang datang langsung ke Outlet Dahlia Bordir.

Baca juga: Almira Bordir Punya Puluhan Motif yang Cantik-Cantik, Pantas Saja Pelanggannya hingga Luar Jawa  

“Kami tidak menjual secara online. Sebab, bordir ini murni kerajinan. Jadi ribet kalau dijual online. Untuk harga bordir icik di Dahlia Bordir bervariasi, tapi yang paling mahal itu kurang lebih Rp4 juta,” katanya.

Dia mengatakan, biasanya bordir Dahlia diimplementasikan pada berbagai jenis pakaian, seperti kebaya, mukena, dan rompi.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER