BETANEWS.ID, PATI – Siang itu Sudar terlihat sedang melepas tali tambat perahu dari pinggir Sungai Juwana. Ia pun kemudian menghidupkan mesin perahu yang dijadikan warung kopi apung. Tak berapa lama, perahu perlahan mulai melaju membawa aneka menu minuman dan mi instan untuk dijajakan keliling menyusuri sungai.
Lelaki paruh baya itu sudah sejak 2021 lalu berjualan kopi keliling menggunakan perahu. Target pasarnya adalah para tukang yang sedang memperbaiki perahu hingga para pemancing.
“Saya mulai jualan mulai jam setengah satu siang hingga jam lima sore. Biasanya yang beli ya tukang-tukang di perahu sampai orang-orang yang lagi mancing,” ujar Sudar, Sabtu (10/6/2023).
Baca juga: Gagal di Usaha Sebelumnya Jadi Pemantik Semangat Udin Bangkit Rintis Bisnis Pentol Kuah Tetelan
Untuk menu-menu yang disediakan, di antaranya adalah kopi, es teh, es kopi, mi instan, teh botol hingga air mineral
“Banyak juga orang-orang yang sedang mancing pesen kopi di saya. Ada juga memang warga yang nyarter untuk menyusuri sungai sambil menikmati kopi,” kata Sudar.
Dari jualan itu, dalam setengah hari ia bisa mengantongi uang rata-rata Rp700 ribu. Ia pun menceritakan bahwa modal untuk membuat warung kopi keliling tersebut mencapai Rp85 juta. Modal tersebut sudah termasuk dengan pembuatan perahu sebagai transpotasi.
“Saya terinspirasi dari Banjarmasin yang berjualan di perahu apung. Nah kemudian saya tiru di sini, dan ini satu-satunya yang ada di Pati,” ungkap warga Ketip, Juwana, Pati.
Editor: Ahmad Muhlisin

