Peternak Ayam Petelur di Solo Menjerit, Harga Pakan Terus Naik

BETANEWS.ID, SOLO – Pinsar Petelur Nasional (PPN) mengeluhkan tingginya harga pakan untuk ayam petelur. Sebab, jika mereka menaikkan harga terlur ayam akan berdampak besar dan mendapatkan keluhan dari berbagai pihak. Oleh sebab itu, PPN meminta pemerintah membuat regulasi terkait pakan untuk ternak petelur.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Presidium Pinsar Petelur Nasional, Yudianto Yosgiarso, dalam acara Sosialisasi Penyakit Hewan dan Pakan Unggas Untuk Produktivitas yang diselenggarakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah di Solo, Rabu (14/6/2023).

“Perlu regulasi mengenai pakan. Artinya mengenai telur ini semuanya harus ditata dan diperbaiki dari sisi keadilan. Mungkin ada baiknya pemerintah juga bisa mengevaluasi termasuk harga jagung,” jelasnya.

-Advertisement-

Baca juga: Peternak Ayam Petelur di Kudus Menjerit, Harga Telur Anjlok, Tapi Harga Pakan Naik

Menurut Yudianto, peternak akan semakin kesulitan jika pemerintah tidak membuat regulasi pakan, karena jika harga pakan naik, maka akan mempengaruhi pula harga telur.

“Begitu melambung tinggi, kami pasti diuber-uber. Seolah-olah artinya begitu naik itu peternak tidak mempunyai hak untuk naik. Padahal, peternak ini juga butuh hidup, butuh untuk kelangsungan usahanya dan memang kenyataannya kita tidak membuat-buat,” ungkapnya.

Bahkan, tingginya harga pakan itu membuat peternak ada yang sampai menjual kandang dan menunda pengisian kandang.

“Kita melihat dari tahun 2015 harga jagung itu berkisarnya di Rp5 ribu sampai Rp6 ribu. Harga pakan saat itu Rp5.250. Dengan adanya kenaikan jagung dari Rp5 ribu ke Rp6 ribu, kemudian balik lagi turun harga jagung Rp5 ribu, harga pakan ini naik terus,” urainya.

Baca juga: Peternak Ayam Justru Tak Senang Kalau Harga Telur Melejit

Bahkan saat ini harga pakan sudah hampir Rp7.900 dengan harga jagung yang sama. Sedangkan, pemakaian jagung untuk pakan ayam petelur tersebut, menurut Yudianto, mencapai 50 persen.

Oleh sebab itu, Yudianto meminta pemerintah untuk terbuka. Jika ke depannya produksi jagung kurang, maka pemerintah harus menyiapkan antisipasi, terlebih lagi saat ini ada dampak el nino.

“Saat ini saja jagung masih bertengger di harga Rp5.700 ya, kalau sampai memang betul-betul besok defisit, harus ada antisipasi. Saya tidak menyarankan untuk impor,” ujarnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER