31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Peredaran Info Hoaks Soal Vaksin LSD Jadi Kendala Vaksinasi Hewan Ternak di Jepara

BETANEWS.ID, JEPARA – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara mencatat pada 14 Juni 2023 terdapat 2.397 ekor hewan ternak yang terduga terjangkit Lumpy Skin Disease (LSD). Namun, Pemerintah Kabupaten Jepara kesulitan melakukan vaksinasi lantaran masifnya informasi hoaks vaksin LSD yang disebut berbahaya.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, DKPP Kabupaten Jepara, Mudhofir, mengatakan, informasi hoaks yang beredar itu menyebut jika saat hewan ternak sakit kemudian divaksin justru tidak akan sehat. Kemudian masih munculnya anggapan masyarakat bahwa pada saat hewan ternak sakit ketika dibiarkan akan sembuh dengan sendirinya.

“Melawan berita bohong soal vaksin ini juga masih jadi kendala, karena selalu ada orang yang memanfaatkan keadaan biar sapi sakit. Ketika sakit dijual murah, harga daging sapinya kan tetep mahal. Sehingga bisa saja orang memanfaatkan keuntungan dari sana, ” Katanya saat ditemui di kantor DKPP Kabupaten Jepara, Jumat (16/6/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Gara-Gara LSD, Bakul Ternak di Kudus Harus Blusukan ke Kandang Cari Hewan Kurban Sehat

Mudhofir juga menyebut kendala lain yaitu terbatasnya jangkauan petugas untuk sosialisasi, seperti  penanganan yang harus dilakukan pada saat hewan ternak terjangkit LSD.

“Kalau pakai media online, pakai grup WA, pakai IT lah intinya mbah-mbah kan tidak semua pegang itu. Jadi kita punya keterbatasan untuk menjangkau semua masyarakat. Apalagi ini penyakit baru, sebelumnya belum ada. Sehingga yang dibutuhkan sebenarnya memahamkan masyarakat kalau menghadapi ini harus berbuat apa, itu harus dicerdaskan dulu masyarakat,” katanya.

Kendala ini tentu mengkhatirkan, mengingat Hari Raya Idul Adha sudah semakin dekat. Maka dari itu, Mudhofir akan menempatkan petugas di semua pasar hewan di Jepara untuk melakukan pengetatan terhadap semua hewan ternak yang masuk ke Jepara.

Baca juga: Jelang Idul Adha 27 Ternak di Kudus Terjangkit LSD

“Kita tempatkan petugas di beberapa pasar hewan, istilahnya kan kita nggak ngejar maling tapi kemana maling itu datang. Sehingga di semua titik itu kita berikan petugas yang stay, ” katanya.

Mudhofir juga meminta masyarakat dapat lebih selektif dalam memilih hewan ternak terutama bagi yang akan digunakan untuk berkurban.

“Pilih yang ada tindik di telinganya karena itu tanda kalau sudah divaksin. Terus kalau dari segi kesehatannya ya tatapan matanya jernih, mulutnya basah,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER