BETANEWS.ID, SEMARANG – Ada banyak alasan orang beraktivitas malam hari, termasuk tuntutan pekerjaan. Di Kota Semarang yang merupakan kota perdagangan dan bisnis, aktivitas warga dan pendatang tak pernah berhenti selama 24 jam. Begitu pula dunia hiburan dan kuliner yang menyertainya. Seperti di lapak Nasi Ayam Bu Sami yang menjadi salah satu pilihan untuk jajan makanan berat di malam hari.
Makanan bersantan sejenis opor milik Bu Sami ini bisa ditemui di emperan kawasan pedesterian Simpang Lima, tepatnya di pojok antara pusat perbelanjaan Matahari dan Citraland. Warung lesehan Bu Sami mulai buka pukul 23.00 dan tutup pada 06.00 WIB.
Sebagai Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Nasi Ayam Bu Sami terbilang menjadi favorit warga dan pendatang dari semua kelas ekonomi. Selain karena tak banyak UMKM kuliner yang buka di malam hari, Nasi Ayam Bu Sami berdiri di lokasi yang strategis, di jantung kota lumpia ini.
Baca juga: Soto PK di Semarang Ini Hanya Buka Malam Hari, Jadi Jujugan yang Kelaparan di Tengah Malam
Bu Sami sendiri saat ini sudah tidak lagi meladeni pembeli secara langsung. Salah seorang karyawan Bu Sami yang bertugas meramu dan menghidangkan sajian nasi ayam dengan beragam lauk pilihannya berkisah, Bu Sami sudah merintis jualan nasi ayam sejak 1975.
Sebelum menetap di emperan pedesterian yang dulu masih berupa trotoar biasa dan belum dipercantik seperti sekarang, Bu Sami menjual nasi ayam dengan berkeliling. Hingga pada 1992 Bu Sami memilih berjualan menetap di tempat saat ini.
Pada 2010 pemerintah kota telah mengatur kawasan pedesterian Simpang Lima dengan mempercantik trotoarnya dengan lantai keramik. Sekaligus pemerintah kota juga mengakomodir para Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan membuatkan shelter non permanen. Ini membuat tempat berjualan PKL, termasuk Nasi Ayam Bu Sami menjadi lebih nyaman bagi pembeli.
Hilman, menantu Bu Sami yang mengoperasikan bisnis Nasi Ayam milik mertuanya tersebut mengatakan, dalam sehari ia bisa menjual hingga 500 porsi. Ramainya pembeli terutama pada malam Minggu. Bahkan Hilman mengklaim Nasi Ayam Bu Sami sudah menjadi langganan banyak artis dari Jakarta, seperti Jamal Mirdad, Doni Kusuma, Limbad, atau Happy Asmara.
Baca juga: Jahe Rempah Mbah Jo, Angkringan Hits yang Harus Masuk List Saat Berkunjung ke Semarang
Dari kalangan pejabat, ada pula Gubernur Ganjar Pranowo atau Fadli Zon yang pernah makan di warungnya. Bahkan ada cerita unik tentang pejabat dan artis yang sengaja menyamar sebagai warga biasa. Ia menyebut mantan Wali Kota Hendrar Prihadi dan personel grup lawak Eko Patrio yang tiba-tiba sudah duduk mengantri. Meski begitu, Hilman mengaku tak pernah mendahulukan para tokoh tersebut.
“Ya mau pejabat mau artis ya harus ikut antre untuk kami layani. Kadang antrean itu panjang sampai dekat jalan raya sana. Tapi ya yang datang duluan ya yang dilayani duluan, kasihan,” tegasnya.
Seporsi Nasi Ayam Bu Sami dijual dengan harga Rp15.000. Harga tersebut belum terhitung jika menambah lauk seperti ayam goreng, sate usus, atau sate hati ayam.
Nah, siapa sering yang kelaparan di malam hari? Nasi Ayam Bu Sami bisa jadi salah satu rujukannya.
Editor: Ahmad Muhlisin

