31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Kisah Pilu Slamet, Penjaga Jembatan Timbang Katonsari Demak yang Tak Pernah Digaji Sejak 2017

BETANEWS.ID, DEMAK – Siang itu, Slamet terlihat sedang membersihkan halaman kantor TPS Jembatan Timbang yang berada di Desa Katonsari, Kecamatan/Kabupaten Demak. Kondisi bangunan yang sudah lama tidak digunakan itu, masih setia ia jaga meskipun tanpa upah sekalipun.

Bekerja sebagai tukang kebersihan TPS Jembatan Timbang Katonsari, sudah Slamet lakoni sejak 1987. Saat itu, pengelolaan masih dipegang secara langsung oleh pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tengah (Jateng).

Sayangnya, pada 2014 Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, melalukan sidak dan menemukan adanya kasus pungutan liar (pungli). Akibatnya, sembilan jembatan timbang di Jawa Tengah terpaksa ditutup, termasuk TPS Jembatan Timbang Katonsari Demak. Perizinan kemudian diserahkan sepenuhnya ke Kementerian Perhubungan.

-Advertisement-

Baca juga: Kisah Buruh Tani dan Penjual Kerupuk Keliling di Kudus yang Naik Haji dari Nabung Uang Receh

Hingga saat ini, kondisi TPS Jembatan Timbang Katonsari, dibiarkan mangkrak oleh pemerintah daerah. Meskipun begitu, Slamet masih melakukan aktivitas bersih-bersih di lingkungan kantor.

“Setiap hari saya ke sini dari pagi sampai malam. Nyapu bersih-bersih. Kalau tidak saya jaga, nanti dirusak orang jalanan,” kata warga Kaliwungu Kudus itu, Jumat (9/6/2023).

Mirisnya, pekerjaan itu ia lakukan tanpa adanya pemberian upah. Waktu penutupan TPS Jembatan Timbang Katonsari pada 2014, ia masih sempat menerima gaji hingga 2017 dari pemerintah Provinsi Jateng. Namun, situasi itu tidak berlangsung lama dan membuatnya terpaksa mencari pekerjaan sampingan.

“Dulu bayaran masih UMR Semarang, sekarang sepersen pun tidak ada. Saya tidak dibayar, tanpa upah sama sekali,” imbuhnya.

Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, kini Slamet hanya mengandalkan uang, yang ia dapat dari hasil menjadi tukang ojek. Terkadang ia juga menerima bantuan dari orang lain yang prihatin dengan keadaannya.

Baca juga: Enggan Putus Asa Saat Gagal Usaha, Keberuntungan Mahfudz Kini Berada di Usaha Dawet yang Laku Keras

“Saya setelah dari sini lalu mangkal di depan SMA Negeri 1 Demak. Narik ojek kalau ada yang mau,” terangnya.

Ia berharap, pemerintah daerah bisa memperhatikan keadaan yang dialaminya. Apalagi kondisi sebagai orang tua tunggal, merawat dua cucunya yang masih sekolah.

“Setidaknya diperhatikan lah, apalagi saya kan masih merawat dua cucu saya yang yatim, istri saya sudah meninggal,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER