BETANEWS.ID, KUDUS – Wagiran (68) dan Sri Purwati (58) tampak sedang menata pakaian ke dalam dua koper besar warna hitam di rumahnya, Desa Gondangmanis RT 2 RW 10, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Koper yang ada foto mereka berukuran besar itu merupakan tempat menaruh berbagai perlengkapan selama beribadah haji tahun ini.
Bagi Wagiran, seorang buruh tani, dan Purwati, penjual kerupuk keliling, pergi haji merupakan impian sejak lama yang akhirnya bisa terwujud. Bahkan, untuk menunaikan rukun Islam kelima itu, mereka bersabar menabung uang koin selama bertahun-tahun dari hasil pekerjaan mereka.
“Awalnya tidak terpikirkan untuk naik haji. Saya di kasih tahu orang kalau ada dana talangan untuk naik haji. Kemudian saya mencoba untuk mendaftar ke Kemenag Kudus bersama suami dan dapat dana talangan sebanyak Rp33 juta untuk dua orang,” kata Purwati saat ditemui di kediamannya, Senin (12/6/2023).
Baca juga: Gantikan Ibunya yang Wafat Sebelum Naik Haji, Nakata: ‘Semoga Ibu Ditempatkan di Surga’
Jumlah dana talangan haji yang diberikan itu, kata Purwati, dari kekurangan uangnya sebanyak Rp17 juta yang mereka miliki. Menurutnya, dana talangan tersebut ada tempo pembayaran selama tiga tahun harus dilunasi. Sebelum jatuh tempo pelunasan, pihaknya sudah melunasi dana talangan tersebut, sehingga pihaknya mendapatkan porsi haji.
“Jadi saya dan suami daftar haji sejak 2012, kemudian sekitar 2014 lunas untuk setoran awal pembayaran haji, sehingga mendapat porsi haji. Kemudian setelah mendapat porsi haji ini saya menabung uang koin seribuan dari hasil jualan kerupuk dan aneka jajanan serta lauk-pauk,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pembayaran Biaya Perjalan Ibadah Haji (Bipih) semuanya dari hasil kerja kerasnya sebagai buruh tani dan penjual kerupuk keliling. Sebagai sampingan, uang koin seribuan yang dia dapat dari jualan juga ia tabung dan terkumpul belasan juta.
“Sebenarnya untuk jadwal pemberangkatan haji tahun 2020 kemarin. Karena ada pandemi, jadinya tidak bisa berangkat tahun itu. Padahal sudah manasik dan uang tak dudah (ambil), terkumpul Rp15 juta. Karena tidak jadi berangkat tahun itu, kemudian saya simpan lagi dan menabung kembali hingga saat ini totalnya Rp19,7 juta,” jelasnya.
Baca juga: Cerita Pilu Kaslan, Jual Sawah Demi Pergi Haji Bareng Istri, tapi Tahun Ini Terpaksa Pergi Sendiri
“Alhamdulillah untuk tahun ini dikabari lagi untuk berangkat haji ke tanah suci. Rencana untuk tanggal pemberangkatan 19 Juni 2023, ikut kelompok terbang (kloter) 87, rombongan dua,” tutur Purwati.
Pasutri yang dikaruniai dua orang anak tersebut merasa senang dan bangga bisa beribadah dan mewujudkan keinginan semua umat beragama Islam tersebut. Dengan jerih payahnya mengumpulkan uang dari hasil kerja kerasnya itu bisa membuktikan bahwa setiap keinginan yang diberengi dengan niat dan tekad yang kuat akan terwujud.
Editor: Ahmad Muhlisin

