BETANEWS.ID, DEMAK – Gerakan aktivis lingkungan Sahabat Pecinta Alam Demak (Pade) menyoroti wacana pengerukan pasir laut Morodemak untuk pembangunan tol Semarang-Genuk. Mereka merasa keberatan dengan adanya wacana tersebut.
Ketua Umum Sahabat Pade Andini Lailatul Qodiriyah mengatakan bila pengerukan pasir laut Morodemak dilakukan, dapat mengganggu ekosistem laut di sekitar pantai Morodemak. Tidak hanya berdampak pada lingkungan warga, melainkan juga ikan-ikan dan tumbuhan hidup yang ada di sana.
Baca Juga: Tekan Kasus Bullying, Pemkab Demak Dirikan Desa Ramah Perempuan dan Anak
“Untuk warga mungkin dampaknya kerasa beberapa tahun. Tapi untuk lingkungan dampaknya mungkin satu tahun langsung gerak menambah abrasi, ” katanya pada betanews.id, Selasa (20/6/2023).
Sedangkan mengenai susahnya nelayan menghindari area sedimentasi pantai Morodemak, Ia menyebut warga hanya perlu membuatkan jalur khusus untuk dilalui kapal. Melihat volume sedimentasi yang sedikit, bagi Andini itu tidak memungkinkan jika dibuat untuk bahan pembangunan tol.
“Ketika itu dikeruk semua untuk pembangunan tol, artinya volumenya (pasir)juga banyak. Jika itu dilakukan, maka area kiri kanan itu akan terjadi longsor, akibatnya wilayah terdekat terdampak banjir rob,” terangnya.
Andini berharap, pemerintah daerah dapat mempertimbangkan kembali mengenai wacana tersebut. Mengingat dampak yang akan ditimbulkan oleh masyarakat di wilayah pesisir Morodemak.
Baca Juga: Wacana Pengerukan Pasir Laut Morodemak untuk Pembangunan Tol Perlu Dikaji Ulang
“Pegiat lingkungan meminta kepada jajaran pemerintah, untuk mengkaji ulang dan meneliti dampak-dampaknya itu seperti apa. Apakah condongnya ke ekonomi masyarakat itu tumbuh atau semakin menurun. Terutama masalah lingkungan disana,” pungkasnya.
Diketahui, perizinan pengerukan pasir itu mulai dibuka oleh Presiden Joko Widodo, Kamis (15/6/2023) sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 28 tahun 2023, tentang pengelolaan hasil sedimentasi di laut.
Editor: Haikal Rosyada

