BETANEWS.ID, KUDUS – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus mendorong agar Dinas Pendidikan dan Olahraga mempunyai bank data terkait infrastruktur sekolah. Hal itu agar pemetaan perbaikan sekolah rusak bisa maksimal.
Ketua Komisi D DPRD Kudus yakni Ali Ihsan mengatakan, saat ini pembangunan sekolah rusak di Kudus sudah tahap koordinasi dengan rekanan. Sehingga diharapkan, Bulan Mei ini sudah bisa dimulai pembangunannya.
“Harapannya, perbaikan sekolah rusak di Kudus segera dilaksanakan. Jangan molor lagi, sebab anggarannya juga sudah tersedia. Sehingga tinggal segera merealisasikan perbaikan,” ujar pria yang akrab disapa Ali kepada Betanews.id saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (8/5/2023).
Baca juga: DPRD Kudus Soroti Persoalan Sampah Hingga Kecilnya Serapan Anggaran di Sidang Paripurna LKPJ 2022
Dengan segera direalisasikannya perbaikan sekolah, kata dia, anggaran bisa terserap dan bisa memberi pemanfaatan terhadap masyarakat, utamanya di dunia pendidikan Kabupaten Kudus.
“Namun, dibanding tahun lalu progres perbaikan sekolah rusak di Kudus di tahun ini sudah lebih cepat,” bebernya.
Ia mengungkapkan, tiap tahun Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kudus 29 persennya itu untuk dunia pendidikan, sebagai spanding mandatori dan harusnya bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Oleh karenanya, Disdikpora harusnya punya bank data terkait sarana dan prasarana pendidikan yang ada.
“Di bank data tersebut harus selalu diupdate. Sehingga melalui bank data itu bisa diketahui sekolah mana yang diprioritaskan untuk diberi anggaran perbaikan,” ungkapnya.
Tahun ini sekolah rusak karena terdampak banjir mungkin bisa jadi prioritas dilakukan perbaikan. Di antaranya beberapa sekolah di Kecamatan Kaliwungu, beberapa di Kecamatan Undaan dan sebagian di Kecamatan Mejobo.
“Sekolah rusak yang terdampak banjir kemarin bisa jadi prioritas untuk dilakukan perbaikan. Tapi sekolah lainnya yang butuh perbaikan juga bisa segera dimasukan ke bank data, sehingga di perjalanan tahun anggaran tidak tiba-tiba ada plafon sekolah rubuh. Itu jangan sampai terjadi,” tandasnya.
Baca juga: DPRD Kudus Godok Ranperda yang Bebaskan Warga Miskin Bayar Pajak
Sementara itu, Kabid Pendidikan Dasar pada Disdikpora Kudus Anggun Nugroho mengatakan, anggaran perbaikan sekolah tahun 2023 yang bersumber dari APBD kurang lebih sebesar Rp 16 milyar. Anggaran tersebut akan mengcover 87 SD dan 7 SMP.
Sedangkan DAK kurang lebih sebesar Rp 27,1 Milyar diperuntukan bagi 37 SD dan 5 SMP.
“Perbaikan sekolah di Kudus meliputi pembangunan kelas, perbaikan atap rusak, tembok, toilet, serta sarpras lainnya yang sudah kurang layak,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, rencana rehab sekolah rusak dimulai awal Maret 2023. Namun karena ada analisis penyusunan dan survei material Januari hingga Februari baru selesai, Maret baru masuk ke tahap penyusunan perencanaan.
“Sehingga pelaksanaan perbaikan sekolah rusak akan dilakukan bulan ini,” imbuhnya.
Editor: Suwoko

