BETANEWS.ID, SOLO – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono meninjau proyek revitalisasi Taman Balekambang, Solo, Jumat (19/5/2023) petang. Basuki beserta rombongan melihat beberapa bagian pada proyek revitalisasi itu. Mulai dari gedung pertunjukan, hingga kolam Partinah.
Basuki menyebut bahwa pengerjaan hingga saat ini sudah mencapai 24 persen dan ditargetkan rampung pada Oktober mendatang.

“Sekarang sudah 24 persen, ini Oktober akan selesai,” ujarnya ketika ditemui usai peninjauan.
Basuki menyebut bahwa taman Balekambang akan ditata sepeti semula, yang pernah dinobatkan menjadi taman terbaik di Asia Tenggara.
Baca juga: Menteri Basuki Akan Buat Taman Balekambang Mirip TMII Jakarta, Ini Deretan Wahananya
Taman Balekambang dibangun pada masa pemerintahan KGPAA Mangkunegara VIII pada 26 Oktober 1921. Taman ini dibangun sebagai wujud kasih sayang Mangkunegara VII kepada kedua putrinya, GRAy Partini dan GRAy Partinah.
“Ini arahan Pak Presiden kembalikan menjadi taman kota yang baik. Menurut beliau sejarahnya menjadi taman yang terbaik di Asia Tenggara pada zamannya dulu, dan ini akan kita kembalikan ke sana,” ujarnya.
Pada proses revitalisasi ini, tidak ada pohon di Taman Balekambang yang ditebang. Yang dilakukan hanyalah memindahkan pohon ke tempat yang baru.
“Nggak ada ada (pohon yang ditebang). Delapan pohon yang dipindah tadi kan sudah mau kita lihat hidup tidak ada yang ditebang sama sekali,” katanya.
Baca juga: Solo Safari Resmi Dibuka, Bakal Jadi Salah Satu Destinasi Wisata Favorit di Solo Nih
Dalam revitalisasi Taman Balekambang ini, Basuki juga berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo terkait dengan pemindahan Kantor Dinas SDM. Kantor Dinas SDM akan dipindahkan ke kawasan Mojosongo, sehingga ketika memasuki balekambang akan sepenuhnya berfungsi sebagai taman.
“Tadi telpon Pak Gubernur (Ganjar) untuk Kantor Cabang Dinas SDM karena kami sudah bikinkan di Mojosongo, jadi nanti saling hibah. Ini dihibahkan ke Kota untuk bisa jadi asetnya Balekambang, beliau dapat hibah di Mojosongo, karena itu akan kami jadikan taman,” katanya.
Proses revitalisasi Taman Balekambang dimulai pada September 2022 lalu. Taman ini dibangun dengan menggunakan dana APBN sebesar Rp154 miliar dan dijadwalkan rampung pada Oktober 2023 ini.
Editor: Ahmad Muhlisin

