31 C
Kudus
Sabtu, Juni 15, 2024

Cuma Jualan Mi Lidi tapi Pelanggannya Sampai Jepang dan Singapura, Apa Istimewanya?

BETANEWS.ID, JEPARA – Seorang pria terlihat sedang melayani pembeli di Outlet Milidikrezz, Jalan Soekarno-Hatta Km 5, Desa Wonosari RT 7 RW 8, Kecamatan Tahunan, Jepara. Pembeli itu tampak membawa pulang beberap bungkus yang diwadahi plastik.

Sehari-hari, pria bernama Muhammad Gerry Addi Sukma (33) itu memang lebih banyak berkecimpung di usaha miliknya yang dirintis pada 2015 itu. Jika tak berada di tempat produksi, ia bisa ditemui di toko tersebut.

Di tangan Gerry lah, mi lidi yang pernah hits di era 90an kini kembali diminati banyak kalangan karena dikemas lebih menarik. Tak hanya sediakan berbagai varian rasa, Gerry juga membuat mi lidi memiliki tekstur yang renyah dan menimbulkan suara “kres” saat dikunyah.

-Advertisement-

Baca juga: Pindang Suwir Sang Juara, Oleh-oleh Khas Demak yang Penjualannya hingga Hongkong

“Krezz di sini itu punya arti yang renyah. Ciri khasnya itu emang kecil, tipis, renyah, nggak seperti yang lain yang tebel. Jadi kalo digigit emang kress, filosofinya itu,” katanya pada Betanews.id, Sabtu (20/5/2023).

Mi lidi buatannya selain memiliki tekstur yang renyah juga memiliki banyak varian rasa, mulai dari asin sampai pedas dengan total semua varian rasanya berjumlah 13. Harga yang ditawarkan juga terbilang murah, yakni hanya Rp 10 ribu untuk kemasan 100 gram.

Saat ini, produk buatannya selain dapat dibeli di berbagai marketplace, juga dapat dibeli di toko Giva Store. Produk mi lidi miliknya itu sudah mampu menembus pasar luar negeri, mulai dari Jepang, Hong Kong, Taiwan, hingga Singapura.

Baca juga: Basreng Nutribuga Punya Cita Rasa Seafood yang Kuat, Pantas Saja Digilai Banyak Orang

Selain menjual produk mi lidi, Gerry juga mulai merambah ke produk lain seperti basreng, makaroni, kripik usus, serta beberapa jajanan ringan lainnya.

“Produknya memang berusaha kami kembangkan. Cuma untuk yang mi lidi, basreng, makaroni, itu kami produksi sendiri. Jadi kami beli bahan mentan kemudian kita goreng dan kemas sendiri. Kalau yang lain itu hanya repacking,” jelasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
139,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER