83 Persen Pasien Rumah Sakit Adalah Peserta JKN, BPJS Minta Tak Ada Diskrimansi Layanan

BETANEWS.ID, KUDUS – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan meninjau layanan Rumah Sakit Mardi Rahayu pada pasien Jaminan Kesehatan nasional (JKN), Rabu (31/5/2023). Ini merupakan program rutin BPJS untuk memastikan layanan RS sesuai dengan stadar operasional prosedur (SOP).

Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan RI, Lily Kresnowati, tampak menghampiri beberapa pasien rawat jalan di sana. Pihaknya, secara langsung menanyakan kepada pasien terkait alur pelayanan kesehatan yang ada di rumah sakit tersebut. Lily dan rombongan juga melihat skema pelayanan pemeriksaan mulai dari poli hingga proses antrean obat.

“Kami datang ke sini guna memastikan bagaimana pelayanan kesehatan JKN yang ada di rumah sakit Mardi Rahayu itu mudah, cepat, dan setara,” beber Lily.

-Advertisement-

Baca juga: Pemkab Kudus Tanggung Iuran BPJS Kesehatan Penyandang Disabilitas

Ia menjelaskan, mudah dalam artian proses administrasi lebih mudah tanpa harus menggunakan fotockopi Kartu Tanda Penduduk (KTP). Kemudian cepat berarti tidak lagi mengantre lama bahkan berjam-jam, lantaran saat ini bisa menggunakan antrean online.

Lebih lanjut, Lily menerangkan, setara diartikan tidak ada perbedaan antara pasien BPJS maupun pasien umum. Sehingga, pelayanan BPJS diharapkan bisa menjadi lebih baik, semakin berkualitas, dan bisa memuaskan semua pasien JKN.

“Ketiga setara, jadi tidak boleh ada diskriminasi, walaupun di sosial media itu masih ada yang menyatakan kalau pasien BPJS itu ada yang belum sembuh dipulangkan, dapat obat harus tambah biaya. Alasan semacam itu tidak boleh terjadi,” ungkapnya.

“Pasien JKN itu sekarang ini ada 83 persen dari total pasien di seluruh rumah sakit. Artinya sebagai pelanggan terbesar, tentu peserta JKN ini harusnya diberikan pelayanan yang lebih baik. Perlu diingat pasien BPJS itu bukan tidak membayar, semuanya membayar iuran,” tuturnya.

Baca juga: Pernah Dipaksa Pulang Pihak RS Karena Berobat dengan BPJS Kesehatan, Warga Kudus Ngadu ke Bupati

Direktur Utama RS Mardi Rahayu dr Pujianto mengungkapan, pihak rumah sakit sangat berkomitmen memberikan pelayanan kepada pasien yang terbaik, termasuk terkait pelaksanaan program BPJS Kesehatan dalam transformasi mutu layanan kedepan.

“Jadi bisa dilihat secara langsung bahwa di rumah sakit Mardi Rahayu menyatakan komitmennya untuk mendukung proses transformasi. Pasien BPJS difasilitasi dengan adanya tiga mesin anjungan pendaftaran mandiri yang didukung 9 alat scanning sidik jari di 9 Loket pendaftaran,” jelasnya.

Pihaknya menambahkan, RS Mardi Rahayu siap menjalankan tranformasi digitalisasi BPJS Kesehatan dengan menjalankan sistem antrean online sebagai bentuk dukungan mutu pelayanan BPJS Kesehatan.

“Untuk mencapai visi menjadi rumah sakit pilihan utama berdasarkan kasih di Jawa Tengah dan mewujudkan pelayanan yang mudah, cepat dan setara untuk seluruh peserta JKN,” tuntas Puji.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER