BETANEWS.ID, KUDUS – Tahun ini, Kantor Pegadaian Cabang Kudus mendapat alokasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 3,7 miliar. Pinjaman ini berunga sangat rendah dan tidak menyaratkan agunan.
Pimpinam Cabang (Pincab) Pegadaian Kudus Ipnu Purwanto mengatakan, KUR di Pegadaian merupakan pinjaman bagi para pelaku usaha kecil menengah (UKM) dengan bunga yang rendah, yakni 0,14 persen perbulan. Di tahun ini target penyaluran KUR Pegadaian Kudus sebesar Rp 3,7 miliar.
“Hingga saat ini, KUR yang sudah kami salurkan kepada masyarakat Kudus kurang lebih sebesar Rp 215 juta,” ujar pria yang akrab disapa Ipnu di Kantor Pegadaian Cabang Kudus, belum lama ini.
Baca juga: Berkat KCA Pegadaian, Ika Bisa Dirikan Usaha dan Terlepas dari Jerat Hutang
Selain berbunga rendah, ungkap Ipnu, pinjaman KUR di pegadaian juga tanpa agunan. Persyaratan pengajuan juga cukup mudah, yang penting punya usaha dan domisilinya jelas.
“Tempat tinggal nasabah maksimal lima kilometer dari outlet Pegadaian. Serta siap disurvei. Survei hanya untuk mencocokan saja dan pengecekan usaha,” jelasnya.
Dia mengatakan, pinjaman KUR di Pegadaian minimal Rp 1 juta dan maksimal Rp 10 juta. Sementara tenor angsuran lebih fleksibel, bisa setahun, 18 bulan, dua tahun dan tiga tahun.
“Untuk pemberian pinjaman KUR kami melihat kemampuan mengangsur dari nasabah tersebut. Kami tidak bisa memberikan pinjaman melebihi kemampuan mengangsur dari nasabah, karena itu bukan menghidupkan tapi justru mematikan,” bebernya.
Baca juga: Driver Ojol Ini Beberkan Kemudahan Cicil Kendaraan dengan Produk Amanah Pegadaian
Dengan adanya pinjama KUR di Pegadaian, Ipnu berharap, masyarakat Kudus bisa memanfaatkannya dengan baik. Sebab pinjaman KUR di Pegadaian tanpa jaminan dan bunganya sangat rendah.
“Persyaratannya juga relatif gampang dan tanpa biaya administrasi. Misal pinjaman disetujui Rp 10 juta, maka nasabah akan mendapatkan pinjaman sesuai nominal tersebut dan tanpa ada potongan biaya administrasi,” imbuhnya.
Editor: Suwoko

