BETANEWS.ID, KUDUS – Aroma wangi cokelat langsung tercium saat memasuki rumah produksi Nurry Choco yang berada di Desa Bakalankrapyak RT 1 RW 1, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Di sana terlihat beberapa orang sedang mencetak cokelat menjadi beberapa karakter. Di lain tempat, ada juga yang mengemas cokelat yang sudah jadi untuk dipasarkan.
Menjelang Lebaran, pemesanan cokelat karakter memang seang tinggi-tingginya. Bahkan menurut owner Nurry Choco, Nur Laila Safitri (33), saat ini ada peningkatan hingga 50 persen dari tahun sebelumnya. Pihaknya mengaku kewalahan dengan permintaan pasar yang begitu banyak. Bahkan, dirinya terpaksa menutup permintaan pada 8 April lalu meski masih banyak yang ingin memesan.
“Karena permintaan banyak, jadinya kewalahan produksinya. Sebab saat ini saya hanya ada 3 karyawan saja yang membantu membuat cokelat karakter ini,” beber wanita yang akrab disapa Pipit kepada Betanews.id, Rabu (13/4/2023).
Baca juga: Cokelat Tempe, Camilan Unik dari Nurry Choco yang Kian Digemari Milenial
Saat ini, katanya, kapasitas maksimal produksi hanya bisa membuat 5 kilogram cokelat karakter dalam sehari. Sedangkan untuk 5 kilogram biasanya menjadi 30 toples yang berukuran 250 gram.
“Sebenarnya bisa membuat sampai 10 kilogram adonan cokelat, tapi harus lembur. Maksimalnya ya memang 5 kilogram dalam sehari. Untuk produksi mulai pukul 9.00 WIB hingga 17.00 WIB,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, permintaan pesanan mulai meningkat sejak dua bulan sebelum puasa. Sehingga saat ini setiap harinya harus memproduksi tanpa ada libur. Jika biasanya produksi bisa libur satu hari, tapi kali ini pihaknya terus membuat dan memproduksi cokelat pesanan pembeli.
Baca juga: Angpao Lebaran Berisi Cokelat Karakter di Nurry Choco Ini Laris Banget
“Kalau untuk permintaan pesanan ini dari toko ritel yang bekerjasama dengan kami. Total saat ini lebih dari 100 toko ritel yang ada di Jawa Tengah. Jadi untuk permintaan memang meningkat,” ucapnya.
Ia menuturkan, pihaknya menyediakan beberapa kemasan antara cokelat karakter maupun cokelat teempie, antara lain kemasan toples berukuran 250 gram, kemasan pouch berukuran 100 gram, toples besar berukuran 1 kilogram.
“Harga mulai dari Rp20 ribu untuk cokelat teempie yang berukuran 100 gram. Sedangkan untuk cokelat karakter harga mulai Rp50 ribu sampai Rp150 ribu,” rincinya.
Editor: Ahmad Muhlisin

