Berharap Dapat Untung dari Jual Janur, Rukanah Malah Nelangsa Karena Sepi Pembeli

BETANEWS.ID, JEPARA – Rukanah tampak duduk termangu di lapaknya yang berada di depan Pasar Jepara Satu (Ratu), Jalan Pelabuhan, Jobokuto I, Jobokuto, Kecamatan/Kabupaten Jepara. Di dekatnya, tampak berserakan janur yang tampak mulai mengering, beserta selonsgong ketupat yang tergeletak di meja.

Sudah tiga hari ini, Rukanah berjualan janur. Seperti tahun-tahun sebelumnya, ia selalu menunggu momen Lebaran Ketupat untuk mencari tambahan penghasilan. Namun, tak dinyana, tahun ini ternyata malah sepi pembeli.

Di lapaknya itu, Rukanah menyiapkan tiga ikat janur berisi 50 biji per ikat. Namun, di hari ketiga jualan, satu ikat saja belum habis.

-Advertisement-

Baca juga: Ramai Pendatang dari Luar Demak Berjualan Janur di Pasar Bintoro

“Sepi, tahun kemarin dua, tiga ikat bisa habis. Ini satu aja sudah dua hari nggak habis-habis,” ungkapnya saat ditemui di lapaknya, Jumat (28/04/2023).

Rukanah menjual daun janur tersebut seharga Rp4 ribu rupiah per 10 biji. Sedangkan selosongsong ketupat ia jual dengan harga Rp5 ribu sampai Rp7.500 per sepuluh buah.

Jika tak kunjung habis, Rukanah terpaksa akan membuang janur tersebut karena memang tidak tahan lama atau mudah layu kemudian menjadi kering. Meski harus merugi, itu tak masalah karena memang kalau kering sudah tak bisa dijual lagi.

Baca juga: Untung 2 Kali Lipat, Penjual Janur dan Selongsong Ketupat Berebut Tempat Jualan dari Tengah Malam

“Kalau nggak laku ya dibuang. Dibuang teng (tempat) sampah, duwite rak metu (rugi),” ungkapnya.

Karena jualan musiman itu sepi pembeli, Rukanah kini hanya bergantung pada jualan bumbu dapur atau empon-empon yang sudah jadi usahanya bertahun-tahun. Ia juga menjual ketela serta kacang yang sudah direbus serta berbagai jenis pisang yangs emuanya dijual di pasar tersebut.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER