Ramai Pendatang dari Luar Demak Berjualan Janur di Pasar Bintoro

BETANEWS, DEMAK – di sepanjang jalan Sultan Fatah, Petengan Selatan, Bintoro Demak, ramai penjual janur berderet di pinggiran trotoar. Tampak beberapa pembeli memborong beberapa ikat janur dan selongsong ketupat. Banyak pedagang yang datang dari luar Demak untuk berjualan.

Bagi masyarakat Demak, membuat ketupat di hari ketujuh Lebaran telah menjadi tradisi. Masyarakat menyebut tradisi ini sebagai Lebaran ketupat atau Syawalan. Untuk membuat ketupat, masyarakat membeli janur yang biasanya banyak dijajakan di pasar.

Di Jalan Sultan Fatah, setidaknya ada sepuluh penjual janur terlihat membuka lapak di dekat Pasar Bintoro Demak. Bahkan ada sebagian di penjual yang bukan warga Demak.

-Advertisement-

Baca juga: Wisata Mbalong Sangkal Putung Gratiskan Tiket Masuk saat Lebaran Ketupat

Ikhsan, warga Genuk, Semarang, menjajakan janur di Jalan Sultan Fatah. Dia mengaku telah berjualan sejak Kamis (29/4/2023).

Menurut Ikhsan, sudah menjadi tradisi keluarganya berjualan janur saat menjelang Lebaran ketupat di Demak. Keterampilannya membuat selongsong ketupat, terlihat saat dirinya sangat cekatan merubah januh menjadi bentuk ketupat.

“Berjualan selongsong ketupat ini sudah dari dulu ikut bapak, saya masih SMP sekitar tahun 2003-2004,” katanya pada betanews.id, Jumat (28/4/2023).

Ikhsan biasanya bekerja sebagai kuli bangunan. Pekerjaannya itu dia tinggalkan sementara untuk berjualan selongsong ketupat. Bahkan, dirinya merasa ada yang kurang jika menjelang Lebaran Ketupat dirinya tidak berjualan janur dan selongsong ketupat.

“Lebaran kalau tidak jualan ketupat itu, rasanya kaya gimana gitu. Soalnya sudah terlanjur terbiasa, ” imbuhnya.

Ikhsan mengaku mendapatkan janur dari Ambarawa. Dia menjual janur dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp 6 ribu hingga Rp 10 ribu. Sekali mangkal, Ikhsan bisa menjual ribuan lembar janur.

Baca juga: Ukuran Ketupat Syawalan Ternyata Lebih Besar Dibanding Idulfitri, Ini Penjelasannya

“Kalau selongsong ketupat perikatnya Rp 10 ribu, isi 10. Yang janur perikatnya Rp 6 ribu juga sama isinya 10 selongsong,” katanya.

Salah satu pembeli janur di Jalan Sultan Fatah, Purwanti, mengaku lebih memilih membeli janur utuh, ketimbang membeli selongsong ketupat. Janur itu akan dianyam sendiri di rumah. Selain ketupat, ia juga berencana membuat lepet sebagai pelengkap makanan saat Lebaran Ketupat.

“Tadi saya beli janur satu iketnya Rp 5 ribu untuk perayaan Syawalan. Rencananya mau buat ketupat dan lepet,” tuturnya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER