26 Tahun Jadi Perajin Gerabah Mayong, Mustian Jadi Satu dari Enam yang Tersisa

Seorang pria paruh baya terliat sedang membentuk tanah liat untuk dijadikan kerajinan gerabahm di Desa Mayong Lor, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, belum lama ini. Pria tersebut bernama Mustian. Tangannya terlihat sangat cekatan dan terampil membentuk tanah liat itu. Tak mengherankan, karena dirinya telah 26 tahun menjadi perajin gerabah.

Kepada Betanews.id, Mustian sudi berbagi kisahnya menjadi pembuat kerajinan gerabah. Dia menceritakan, dia menjadi perajin gerabah berawal ketika tertarik melihat temannya yang menjadi perajin gerabah. Pekerjaan menjadi seorang guru kemudian ia tinggalkan, dan memilih menjadi perajin gerabah.

Baca juga: Kenalkan Anak dengan Permainan Tradisional, Toyyib: ‘Saya Ingin Permainan Ini Tidak Punah’

-Advertisement-

Saat memulai menjadi perajin gerabah, Mustian bercerita, di Indonesia sedang terjadi krisis moneter. Produk gerabah dari desanya banyak yang diekspor ke luar negeri.

Setelah Soeharto dan Orde Baru lengser, para eksportir yang memasarkan produk gerabah ke luar negeri mulai kembali ke negaranya sendiri. Ekspor produk gerabah mulai mengalami penurunan.

Sebab kebanyakan eksportir tersebut memang berasal dari negara luar. Penjualan gerabah kemudian lebih banyak berada di pasar lokal. Dan sejak itulah pangsa pasar produk gerabah mulai menurun.

Dalam memasarkan produk, kata Mustian, para perajin di desanya biasanya sudah memiliki pengepul. Merekalah yang menjual dan menjadi perantara dari para pembeli. Lamanya proses produksi membuat perajin lebih senang bekerjasama dengan para pengepul.

“Kalau nggak sama pengepul, nanti produksinya kapan. Karena jadi barang yang siap jual paling tidak sebulan. Jadinya ya memang diambil pengepul. Sudah ada bagiannya sendiri-sendiri,” katanya.

Baca juga: Meski Beberapa Kali Jatuh, Gita Selalu Tertantang Jadi Joki Tong Stand

Ia juga menceritakan, di Desa Mayong Lor saat ini hanya tersisa enam orang perajin gerabah, termasuk dirinya. Sehingga ketika ada yang datang berniat untuk belajar proses pembuatan gerabah, ia mengaku senang dan siap untuk mengajari.

“Ada paling anak Sd, atau kalau nggak anak SMK yang magang. Kalau ada yang mau belajar silahkan, disini saya alat ada dua. Jadi kalau ada yang mau belajar bisa datang saja,” imbuhnya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER