Kenalkan Anak dengan Permainan Tradisional, Toyyib: ‘Saya Ingin Permainan Ini Tidak Punah’

BETANEWS.ID, PATI – Mengenakan sarung, baju koko, dan peci hitam, lelaki itu tampak sibuk menyiapkan tangkai pohon singkong, pelepah dan daun pisang. Barang-barang itu, nantinya akan digunakan anak-anak sebagai alat bermain.

Dari pelepah pisang dan tangkai pohon singkong itu, bisa menjadi aneka permainan yang menarik. Zaman dahulu, anak-anak sering memanfaatkan barang-barang tersebut saat bermain bersama dengan teman-temannya.

Lelaki itu bernama Muhammad Toyyib. Ia merupakan pengelola Sanggar Dolanan Tradsional. Di tempat ini, ia berupaya membangkitkan kembali permainan-permainan tradisional yang dewasa ini nyaris hilang karena gempuran teknologi.

-Advertisement-

Baca juga: Serunya Anak-anak Ngabuburit dengan Bermain Permainan Tradisional

“Mau tidak mau, dengan kehadiran gadget saat ini, memang anak-anak lebih cenderung untuk bermain game. Nah, agar anak-anak nantinya tidak kecanduan bermain Hp, kita coba kasih media bermain yang tradisional,” ujar Toyyib ditemui di sanggarnya yang berada di Desa Pagerharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati.

Ia menyebut, permainan tradisional memiliki berbagai dampak positif bagi anak, di antaranya adalah interaksi dengan orang lain, komunikasi, kebersamaan, gotong-royong hingga kepedulian terhadap teman.

Sehingga menurutnya, permainan tradisional mestinya tetap lestari meskipun berada di tengah gempuran teknologi yang semakin canggih.

“Melalui sanggar ini, kami berharap anak-anak juga tahu tentang permainan tradisional dan cara bermainnya, sekaligus bagaimana cara membuatnya. Nah, saya di sini mencoba mengajarkan kepada mereka tentang permainan tradisional,” ungkapnya.

Baca juga: Omahan Toys, Toko Mainan Anak Edukatif Terlengkap dan Murah di Kudus

Pada moment Ramadan ini, ia pun mengisi waktu jelang puasa bersama anak-anak untuk bermain permainan tradisional.

“Kalau sebelum buka puasa,  anak-anak biasanya main ke sana kemari. Nah di sini kita edukasi mereka cara membuat permainan sambil menanti buka puasa. Ada boneka, kalung-kalungan dan kuda-kudaan. Ini sekaligu melestarikan permainan lokal di sini,” ucapnya.

Sedangkan untuk bahan, ia menyebut mengambil dari alam sekitar dan mudah didapat. Permainan itu, menurutnya juga murah biaya, karena memang memanfaatkan kekayaan alam yang ada.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER