BETANEWS.ID, JEPARA- Menyambut datangnya bulan suci Ramadan banyak masyarakat yang berziarah atau nyekar ke makam keluarga. Momen tersebut banyak dimanfaatkan masyarakat terutama para ibu untuk menjadi penjual bunga dadakan. Tak terkecuali di sekitar area Makam Habibshodiq, di pintu masuk Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamat, Kabupaten Jepara.
Terdapat kurang lebih 20 pedagang bunga di sekitar area tersebut. Mereka mayoritas berasal dari Desa Robayan, Kecamatan Kalinyamat. Beti Etiastuti (41), pedagang yang sudah 10 tahun menjadi penjual bunga dadakan setiap menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, mengatakan mayoritas warga desanya memang banyak yang menjadi penjual bunga.
Baca juga: Berkah Tradisi Nyadran, Lek Ju Bisa Kantongi Rp3 Juta Sehari dari Jualan Bunga
Dia mengatakan, mereka biasanya berjualan bunga selama dua hari sebelum Ramadan dan dua hari menjelang Hari Raya Idul Fitri. Dalam sehari ia bisa menghabiskan 100 bungkus lebih bunga yang dijual dengan harga Rp 5.000/bungkus. Dari hasil jualan tersebut, menurutnya cukup membantu untuk memenuhi kebutuhan dapur selama puasa.
“Warga desa Robayan ini kan memang terkenal banyak yang jual bunga, jadi kalau kayak gini (jual bunga dadakan) biasanya kalau Megengan dan dua hari sebelum Lebaran,” katanya pada Betanews.id, Rabu (22/03/2023).
Momen Ramadan juga turut dimanfaatkan oleh Sri Sugiarti (51). Tidak seperti pedagang sebelumnya yang menjadi penjual bunga dadakan, Sri memang bekerja sebagai penjual bunga setiap hari Kamis di area tersebut. Tetapi ia mengatakan, momen Ramadan turut menjadi berkah tersendiri buat dirinya dan para pedagang lain.
Dalam satu bungkus, ada beraneka macam bunga. Itu antara lain bunga mawar, bunga kenanga, irisan daun pandan, serta bunga madu merah.
Baca juga: Jelang Puasa, Penjual Bunga Tabur Bisa Raup Omzet Hingga Rp6 Juta Sehari
Memasuki momen seperti saat ini, harga bunga yang ia jual lebih tinggi dari biasanya. Bunga kenanga saat ini dijual dengan harga Rp 150.000/Kg, sementara untuk harga bunga mawar mencapai Rp 250.000/Kg.
“Ya sebenarnya kasihan sama yang beli karena dapetnya kan jadinya sedikit, cuma mereka sudah memaklimi kalau harganya memang mahal,” katanya.
Meski harga bunga mengalami kenaikan, ia mengatakan tetap mendapat keuntungan dari hasil penjualan bunga tersebut. Dalam sehari ia juga bisa menjual 100 lebih bungkus bunga.
Editor: Suwoko

