31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Jelang Puasa, Penjual Bunga Tabur Bisa Raup Omzet Hingga Rp6 Juta Sehari

BETANEWS.ID, KUDUS – Di Proliman Desa Barongan, terlihat beberapa penjual bunga tabur yang ramai dikunjungi pembeli, tak terkecuali di lapak bunga Bismillah. Di sana tampak pembeli silih berganti berdatangan membeli bunga untuk kebutuhan ziarah kubur menjelang Ramadan.

Zayyana Muchsina Sofyatin Najwa (16) anak dari penjual bunga Bismillah mengatakan, meski harga naik hingga tiga kali lipat, tapi tempatnya masih ramai pembeli.

Penjual bunga di Proliman Barongan sedang melayani pembeli. Foto: Kaerul Umam.

“Meski harga juga naik, tapi saat ini penjualan juga ikut naik, karena banyak orang yang membutuhkan bunga sebagai bahan ziarah makam ke ahli kubur,” beber wanita yang akrab disapa Zayn kepada betanews.id, Sabtu (2/4/2022).

-Advertisement-

Baca juga: Jelang Ramadan, Penjualan Bunga Tabur di Pasar Kembang Solo Naik Hingga 3 Kali Lipat

Menurutnya, harga normal yang berada di Rp7 ribu sampai Rp35 ribu, kini menyentuh harga Rp25 ribu sampai Rp60 ribu. Meski begitu, konsumen masih banyak yang membelinya. Naiknya harga tersebut sejak 7 hari sebelum Ramadan dan menurutnya harga kembali normal saat Ramadan memasuki pertengahan.

“Harga naik itu karena dari pembelian bunga dari pusatnya sudah naik,” tuturnya.

Sedangkan lonjakan penjualan juga sampai tiga kali lipat. Katanya, saat ini bisa meraup omzet Rp4 juta hingga Rp6 juta per hari. Ia pun mengaku, jika penjualan bunga menjelang ramadan tahun ini lebih banyak dari pada tahun sebelumnya. Lantaran tahun kemarin masih pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Baca juga: Penjual Bunga Tabur di Semarang Kebanjiran Pembeli Menjelang Ramadan

“Ya Alhamdulillah mas, ini termasuk berkah Ramadan. Selain itu hari biasa pun saat hari Kamis juga ramai, tapi tidak seramai ini,” jelasnya.

Saat ramainya pengunjung seperti ini, lanjutnya, ia membuka lapak setelah subuh sampai pukul 22.00 WIB. Adapun jenis bunga yang dijualnya itu, mawar, pikok, jarum, mata kebo, lollipop, dan masih banyak lagi.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER