BETANEWS.ID, SOLO – Pedagang kaki lima (PKL) di depan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo menjamur. Mereka berjualan di tepi jalan di depan masjid dan tidak tertata rapi. Terkait hal itu, Pemerintah Kota Solo berencana akan membeli lahan didekat masjid untuk menampung PKL tersebut.
Masjid Raya Sheikh Zayed telah dibuka untuk masyarakat umum sejak pekan lalu. Masjid pemberian Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Mohammed Bin Zayed Al Nahyan untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu kian hari semakin banyak pengunjung.
Baca juga: Masjid Syeikh Zayed Solo Jadi Ladang Rezeki Baru Para PKL
Potensi itu lah yang dilihat oleh warga setempat yang juga bekerja sebagai PKL. Mereka lantas berjualan di kawasan dekat masjid tersebut. Banyak yang menjajakan makanan, oleh-oleh, pernak-pernik, serta barang-barang lainnya di pinggir jalan.
Ditanya mengenai hal tersebut, Gibran Rakabuming Raka, Wali Kota Solo menyebut akan mencarikan lahan untuk para PKL. Namun, saat ini masih dalam proses pencarian lahan.
“Pasti akan kami carikan, tapi belum dapat lahan. Sudah saya perintahkan (untuk mencari lahan),” kata Gibran saat ditemui di Balai Kota Solo, Senin (6/3/2023).
Saat ditanya lebih lanjut terkait dengan penerapan zonasi pedagang, Gibran hanya menekankan mengenai satu hal. Pedagang atau semua pihak dilarang untuk mengotori kawasan masjid. Sementara terkait minimnya lahan parkir, sudah ada layanan shuttle bus bagi pengunjung.
Baca juga: Masjid Sheikh Zayed Jadi Destinasi Wisata Religi Baru di Solo, Setiap Hari Dipadati Ribuan Warga
Meski demikian, Gibran mengakui bahwa layanan shuttle bus yang disediakan kurang diminati oleh pengunjung.
“Akan kami evaluasi lagi, kemarin berdesakan karena hanya satu pintu yang dibuka, ini untuk alasan keamanan,” katanya.
Editor: Kholistiono

