31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Tips Atasi Kejenuhan saat Menulis, Yudhistira : ‘Solusinya ya Baca’

BETANEWS.ID, KUDUS– Yudhistira ANM Massardi penyair kelahiran tahun 50-an yang kini sudah berusia senja memiliki semangat yang patut dicontoh oleh generasi muda terutama bagi mereka yang memiliki minat dalam bidang kesenian, khususnya sastra. Di usianya yang kini tidak lagi muda, dia masih memiliki semangat untuk tetap aktif menyuarakan gelora dalam berkesenian.

Bersama tiga perempuan yang juga sudah memasuki usia senja Renny Djajoesman, Wita Yudarwita, Siska Yudhistira, ia mengadakan safari sastra berkeliling ke beberapa kota di Indonesia. Yang pertama ia melakukan safari ke beberapa kota di Jawa Tengah yaitu Tegal, Magelang, Semarang, Solo, dan Jogja di tahun 2021. Pada bulan Juli 2022, dia kembali berkeliling ke tujuh kampus yang berada di kota Tasikmalaya dan Bandung.

Yudhistira saat melakukan safari sastra di SMAN 2 Kudus. Foto: Umi Nurfaizah.

Baca juga: Safari Sastra Yudhistira Singgah di Kudus, Bangkitkan Nyali Anak Muda untuk Berkarya

-Advertisement-

Mengawali perjalan safarinya yang ketiga, Yudhistira kembali melakukan safari sastra yang ia beri tajuk “Senandung Cinta Pantura” di SMAN 2 Kudus pada Rabu (12/02/2023). Dalam kesempatan tersebut, ia berbagi cerita bagaimana ia mengatasi rasa jenuh saat sedang menulis.

Menurutnya membaca merupakan solusi yang ia lakukan saat pikirannya sudah mentok untuk menulis. Ia menceritakan bahwa di meja kerjanya selalu ada buku kumpulan puisi dari Gunawan Moehammad yang mampu menumbuhkan isnpirasinya dalam menulis, meskipun hanya satu kata yang dia baca. Ia menambahkan bahwa karya-karya Gunawan Moehammad memiliki spirit yang luar biasa dalam perjalanannya menulis karya sastra.

“Refreshing saya kalau lagi jenuh ya baca. Jadi pas ada rezeki banyak, biasanya saya akan beli banyak buku. Satu minggu, dua minggu kalau masih butuh baca ya saya baca terus,” ungkap pria yang sudah mengawali perjalanan menulisnya sejak di bangku sekolah dasar.

Safari sastra yang dia lakukan juga menjadi salah satu cara dalam mengatasi kejenuhan dan juga menularkan spirit literasi bagi generasi muda.

Dalam kesempatan yang sama, Wita Yudarwita juga menekankan, bahwa membaca dan menulis menjadi hal yang sangat dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja.

Baca juga: Bincang Filsafat Forum Kalen, Bongkar Filsafat Hidup ala Michael Henry

Perempuan yang dulu semasa SMA juga aktif berkesenian bersama Yudhistira dan Renni tersebut berbagi cerita pengalamannya di dunia kerja yang sangat membutuhkan kemampuan dalam menulis.

“Dulu saya pernah ditelfon mantan bos saya saat jadi sekretaris, katanya sekretarisnya yang sekarang agak susah, karena tidak mempunyai kemampuan dalam menulis,” papar wanita yang kini lebih aktif menggeluti bisnis.

Safari Sastra Yudhistira yang bertajuk “Senandung Cinta Pantura” akan dilakukan keliling ke delapan kota yang berbeda. Setelah tempat pertamanya di Stadion Indoor SMAN 2 Kudus, selanjutnya akan berkeliling ke Jepara, Pati, Rembang, Demak, Pekalongan, Pemalang, Cirebon sampai tanggal 22 Februari mendatang.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER