Nelangsanya Juriyah, 2 Bulan Ngungsi dan Jualan Keliling di Tengah Banjir untuk Cukupi Kebutuhan

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang perempuan paruh baya tampak mendorong styrofoam berisi gorengan di area banjir Dukuh Krajan, Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Di banjir setinggi paha orang dewasa itu, ia terlihat berjalan pelan menjajakan gorengan kepada siapapun yang ia temui.

Sehari-hari, perempuan bernama Juriyah (55) itu harus keliling perkampungan menerjang banjir demi bisa menghidupi keluarganya. Ia terpaksa melakukan pekerjaan itu setelah warungnya tutup akibat banjir dan suaminya sakit yang tak kunjung sembuh.

“Ya ini jualan keliling. Aneka gorengan dan lainya. Alhamdulillah sudah habis ini dapat uang Rp100 ribu. Bisa untuk modal jualan lagi besok,” ungkapnya penuh kelegaan, Selasa (28/2/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Banjir Terus Terjadi, Warga Tanggulangin: ‘Dari Dulu Seolah Tak Ada Solusi’

Terhitung sudah dua bulan ia jualan keliling dan mengungsi ke rumah saudaranya setelah banjir yang melanda desanya sejak awal tahun lalu. Bahkan, ketinggian air di rumahnya kini mencapai 60 sentimeter.

“Sudah dua bulan rumahku kebanjiran dan terpaksa mengungsi. Kemarin akhir Januari, banjir sempat surut dan rumah saya bersihkan. Ini malah banjir lagi. Belum sempat pulang karena suami juga sakit,” ujar Juriyah.

Dia pun berharap, banjir cepat surut agar bisa membuka warungnya lagi, sehingga tidak harus keliling berjualan menyusuri banjir.

“Harapanya banjir cepat surut. Saya dan suami bisa kembali pulang ke rumah,” harap Juariyah.

Kepala Desa Karangrowo, Heri Darwanto mengatakan, banjir di Desa Karangrowo ini sudah terjadi sejak akhir Desember 2022 sampai sekarang, berati sudah dua bulan. Memang pernah surut tapi kemudian banjir meninggi lagi.

“Kalau sebenarnya sudah dua bulan banjir tapi pernah surut dan ini naik lagi. Banjir yang kedua ini sejak dua pekan lalu,” ujar Heri.

Baca juga: Banjir Kembali Rendam Pemukiman di Desa Tanjungkarang Kudus

Dia mengatakan, banjir adalah masalah tahunan di desanya terutama Dukuh Krajan. Penyebabnya juga klasik yakni curah hujan tinggi dan limpasan air dari sungai yang ada karena terjadi pendangkalan.

“Sementara warga yang terdampak banjir saat ini ada sekitar 114 KK (Kepala Keluarga). Serta sebanyak 85 rumah tergenang banjir. Semuanya ada di Dukuh Krajan,” bebernya.

Saat ini, pihaknya sudah menyiapkan dapur umum bagi warga yang terdampak banjir. Dapur umum tersebut bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia (RI). Yang mana setiap harinya akan memasak dan mendistribusikan nasi bungkus sebanyak 4 ribu bungkus nasi dan lauknya.

“Nasi kita bagikan siang dan sore kepada warga yang terdampak banjir. Masing-masing setiap distribusi 2 ribu nasi bungkus. Kami berharap banjir segera surut,” harap Heri.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER