BETANEWS.ID, KUDUS – Akses jalan masuk Gang 8 Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kudus terlihat ada genangan air dengan kedalaman sekitar 50 sentimeter. Tak hanya menggenangi pamukiman warga, air juga terlihat merendam arus Jalan Kudus-Purwodadi, tepatnya ruas jalan yang berada di depan Toko Ijo.
Winarto (59), salah warga setempat mengatakan, genangan air tidak hanya merendam akses jalan pemukiman saja, tetapi air juga merendam rumahnya. Menurutnya, air yang merendam ke dalam rumah itu sejak 4 hari yang lalu. Hingga saat ini, kedalaman air yang merendam rumahnya sekitar 25 sentimeter.
Baca juga: Wilayahnya Jadi Langganan Banjir, Kades Tanjungkarang Sebut Sudah Tiga Kali Ajukan Pembuatan Embung
“Sebenarnya untuk banjir yang ada di sini itu sudah sejak lama, karena air tidak bisa mengalir dengan baik, jadinya akses jalan ada genangan airnya. Ditambah hujan selama 4 hari itu air semakin bertambah sampai saat ini,” kata Winarto kepada Betanews.id, Jumat (24/2/2023).
Ia menyebut, jika air yang masuk ke dalam rumahnya itu sudah empat kali sejak Januari 2023. Hal tersebut membuat aktivitasnya terhambat, apalagi air terus menggenangi akses jalan di Gang 8 Desa Tanjungkarang tersebut.
“Sebenarnya air kemarin itu sudah surut, tapi masih menggenangi jalan. Kemudian saat hujan beberapa hari terakhir ini, air bertambah sampai air masuk rumah dengan kedalaman 25 sentimeter,” terang warga Desa Tanjungkarang RT 3 RW 5, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.
Meski begitu, ia bersama keluarga masih tetap bertahan tinggal di rumahnya. Winarto juga berharap agar bisa mendapat bantuan.
Hal senada juga diungkap Fitri Ariyani, warga Desa Tanjungkarang RT 4 RW 4. Menurut Fitri, air yang merendam rumahnya sudah terjadi sejak 2 pekan terakhir. Hal tersebut dikarenakan pendangkalan sungai yang membuat air masuk ke dalam rumahnya.
“Awalnya air itu hanya semata kaki, tapi saat ini kedalaman air yang masuk dalam rumah ini 20 sentimeter. Air ini penyebab utama dari sungai. Untuk itu semoga sungai depan rumah bisa di normalisasi. Karena memang sudah bertahun-tahun tidak ada normalisasi,” ungkapnya.
Baca juga: Sudah Dua Pekan Banjir di Tanjungkarang Kudus Tak Kunjung Surut, Ratusan Warga Masih Mengungsi
Wanita yang berumur 34 tahun itu mengaku tidak bisa melakukan aktivitas sehari-harinya dengan berjualan Lentog Tanjung, karena rumah terendam banjir. Meski terdampak banjir, pihaknya masih tetap bertahan di rumahnya, lantaran anaknya tidak mau ditajak mengungsi.
“Kalau banjir seperti ini ya tetap di rumah mas, karena anak tidak nyaman tinggal di pengungsian. Saya juga jarang banget dapat bantuan, banjir kemarin itu kan lumayan lama, saya hanya dapat satu kali saja mas,” tambahnya.
Editor: Kholistiono

