BETANEWS.ID, KUDUS – Sudah dua pekan lebih banjir yang merendam ratusan rumah warga di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kudus hingga saat ini masih belum surut. Hal tersebut dikarenakan wilayah desa yang berada di wilayah cekungan itu sulit untuk mengalirkan air yang masih menggenangi pemukiman warga.
Kepala Desa Tanjungkarang Sumarno mengatakan, pihaknya beberapa kali sudah mengusulkan dibangunnya embung di desanya untuk mengurangi genangan banjir yang setiap tahunnya merendam pemukiman warga. Menurutnya sudah beberapa kali, pihaknya mengajukan bangunan embung untuk tampungan genangan air atau banjir di desa tersebut, namun kini belum terealisasi.

Baca juga: Sudah Dua Pekan Banjir di Tanjungkarang Kudus Tak Kunjung Surut, Ratusan Warga Masih Mengungsi
“Sudah lama saya usulkan kepada pihak PDAM, PUPR, yang sebenarnya sudah ada uji kelayakan dan sudah diukur juga. Namun sampai saat ini belum ada realisasi, karena pada saat musim kemarau atau banjir selesai, tidak ada kelanjutan,” beber Sumarno kepada Betanews.id, Jumat (13/1/2023).
Pengajuan itu, kata Sumarno, sudah lama sejak periode pertama ia menjabat sebagai Kepala Desa Tanjungkarang. Lantaran dirinya sadar, bahwa desanya menjadi langganan banjir setiap tahunnya di kala musim hujan. Hal tersebut juga bisa menghambat aktivitas warganya yang secara otomatis ekonomi desa tersebut juga tak berjalan normal.
Maka dari itu ia mengajukan dibuatkannya embung yang bertujuan untuk menyerap dan mengurangi genangan air di kala banjir. Karena air bisa ditampung ke embung tersebut, yang kemudian air dialirkan ke Sungai Wulan.
“Kalau Desa Tanjungkarang saat musim hujan tetap banjir itu tidak bisa dipungkiri, sudah dari orang terdahulu wilayah kami memang menjadi langganan banjir. Cuma harapan kami, banjir tidak berlarut-larut, bahkan sampai lama tergenang air. Misalkan ada embung, nanti airnya ditampung di embung yang kemudian langsung dialirkan ke Sungai Juwana maupun Sungai Wulan,” tuturnya.
Terakhir, saat ada kunjungan kerja dari Wakil MPR yang meninjau warga di tempat pengungsian, tepatnya di GKMI Tanjungkarang, pihaknya mengajukan bangunan embung lagi, supaya banjir yang tak kunjung surut itu bisa secepatnya teratasi.
“Pengajuan sebenarnya sudah sejak periode pertama, dari 2013, kemudian yang kedua pada waktu Bupati Kudus periode Bapak Tamzil sudah saya ajukan lagi. Ketiga kalinya kemarin pas kebetulan ada kunjungan kerja dari Wakil MPR, saya juga ajukan lagi untuk pembangunan embung tersebut,” jelasnya.
Baca juga:Â Banjir di Tanjungkarang Akibatkan Lalu Lintas di Jalan Kudus- Purwodadi Macet Hingga 1,5 Kilometer
Pihaknya, lanjut Sumarno, juga sudah menyiapkan lokasinya dengan ukuran 7 hektare yang merupakan tanah desa. Menurutnya, lokasi yang ia siapkan itu berada di selatan jalan lingkar yang menurutnya tempat tersebut sangat tepat dan dekat dengan Sungai Wulan.
“Semoga ini nantinya bisa dapat terealisasi untuk mengurangi genangan yang harusnya seminggu bisa lebih cepat surut,” harapnya.
Editor: Kholistiono

