BETANEWS.ID, DEMAK – Warung Seger Waras yang terletak di seberang jalan Bhayangkara Baru, Kelurahan Bintoro, Kecamatan/Kabupaten Demak, menjual menu kuliner jadul yang sekarang mulai jarang ditemui, yakni, Sego Kropohan. Makanan ini, disebut-sebut telah ada sejak zaman Kerajaan Demak.
Pemilik Warung Seger Waras Erlani Yunita Sutomo (57) mengatakan, Sego Kropohan terbuat dari bahan daging sapi atau kerbau, labu putih, cabai, dan santan. Menurutnya yang membuat makanan buatannya banyak digemari pecinta kuliner, karena cita rasa bumbu di dalamnya.

Baca juga: Sego Godong Jati Pedo di Demaan Kudus Ini Bikin Warga Rela Antre
“Bumbunya itu ada bawang putih, bawang merah, kemiri, kunir, jahe, dan laos. Sudah itu saja, tinggal dimasak mudah sekali membuatnya, ” katanya pada betanews. id, Selasa (14/2/2023).
Sedangkan nama Kropohan, lanjut Sumarni diambil dari kata ‘kropoh’ yang artinya dicampur. Bahan-bahan yang disiapkan dimasak secara bersama-sama untuk dijadikan sajian para bangsawan Kerajaan Demak.
“Ciri khasnya dulu itu kulit dan jeroan. Nah agar rakyat juga bisa merasakan, kulit itu kemudian dicampur waluh atau labu putih, ” imbuhnya.
Untuk menikmati Sego Kropohan, pembeli cukup mengocek harga Rp 15 ribu per porsi. Pelanggan Warung Seger Waras tidak hanya dari kalangan lokal saja, melainkan hingga luar kota.
Baca juga: Warung Sego Menir di Undaan Ini Jualan 2 Jam Langsung Ludes
“Pelanggannya banyak, ada yang dari Solo jauh-jauh ke sini untuk cari Kropohan, dari Dempet, Purwodadi, Blora, dan lain-lain, ” pungkasnya.
Warung Seger Waras buka mulai pukul 8.30 WIB. Agar tidak kehabisan, pembeli dapat memesannya sebelum jam makan siang tiba.
Editor: Kholistiono

