BETANEWS.ID, SEMARANG – Kabar santer beredar mengenai ada pengusaha kelas kakap yang akan berinvestasi di Kota Semarang dibenarkan oleh Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu. Ita membeberkan, beberapa waktu lalu pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang properti mengenai rencana investasi dengan nilai yang fantastis yakni mencapai Rp2 triliun.
Ita berharap proses investasi tersebut dapat terealisasi di 2023 ini. Karena nilai investasinya sangat besar, Ita juga berharap dapat memberi dampak positif terhadap Kota Semarang. Menurutnya, investasi di bidang properti tersebut rencananya akan menyerap hingga 15 ribu tenaga kerja. Ita pun menginginkan penyerapan tenaga kerja itu diambil dari sumber daya di Kota Semarang, kecuali untuk pekerjaan-pekerjaan dengan spesifikasi khusus yang ketenaga kerjaannya tidak didapatkan di Kota Semarang.
Dengan penyerapan tenaga kerja yang tergolong banyak ini, tambah Ita, diharapkan dapat menurunkan angka pengangguran di Kota Semarang. Menurutnya, meski angka pengangguran di Kota Semarang kini sudah turun hingga tujuh persen, jumlah ini masih lebih tinggi dari persentase tingkat nasional atau provinsi.
Baca juga: Wali Kota Semarang Minta Jangan Fokus Infrastruktur Terus, Masyarakatnya Juga Perlu Diurus
Dilansir melalui website Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang, dari total 1.075.827 jiwa angkatan kerja pada 2022, angka pengangguran terbukanya mencapai 81.736 jiwa.
Ita sendiri membuka diri bagi investor-investor untuk menanamkan modal di Kota Semarang. Karena dengan semakin banyaknya pengusaha yang berinvestasi, maka masyarakat Kota Semarang akan lebih sejahtera dalam hal perluasan lapangan kerja.
Dinamisasi investasi ini menurutnya akan berdampak pada perputaran ekonomi Kota Semarang yang akan semakin meningkat. Apalagi, Ita menambahkan, di Kota Semarang ini mulai banyak event, termasuk yang sering diadakan hotel-hotel.
“Diharapkan ini jadi standar, patokan, di Kota Semarang banyak kegiatan yang memerlukan banyak tempat untuk akomodasi, kegiatan, mess, dan sebagainya,” jelasnya.
Sementara ketika ditanya awak media apakah yang akan berinvestasi senilai dua triliun rupiah tersebut adalah perusahaan Pakuwon Group, Ita hanya memberi gestur mengiyakan dengan tawa kecil. Sebagaimana diketahui, Pakuwon Group adalah perusahaan berskala nasional yang mempunyai spesifikasi pekerjaan bidang pembangunan mal, perumahan, perkantoran, perhotelan, dan superblock.
Baca juga: Spektakuler, Angka Stunting di Kota Semarang Turun 10,9 Persen
Ita pun menyambung bahwa dirinya belum bisa memberi informasi di mana lokasi perusahaan tersebut akan mendirikan proyek investasinya. Ita hanya menggambarkan bahwa ada beberapa tempat di Kota Semarang yang berpotensi untuk dijadikan lokasi proyek investasi itu, yang semuanya telah dikomunikasikan dengan dinas-dinas terkait.
Ita hanya berharap semua proses dan realisasi investasi tersebut dapat berjalan secara transparan nantinya. Sambungnya, termasuk semua perizinan di dinas-dinas terkait itu juga harus komplet. Tegasnya, Ita menginginkan pembangunan di Kota Semarang tidak berdampak buruk bagi lingkungan.
Editor: Ahmad Muhlisin

