BETANEWS.ID, KUDUS – Menggeluti usaha Wedang Ronde Pleyikan sudah dilakoni Adam Prio Prakoso (29) sejak 2014. Memulai usaha itu, ia lakukan ketika masih aktif membantu ibunya yang juga berjualan opor saat malam hari.
Melihat prospek wedang ronde yang semakin meningkat. Ia kemudian meneruskan usaha itu hingga sekarang. Terlebih cita rasa jahe pada wedang ronde yang menjadi unggulan pada minuman buatannya.

Baca juga: Wedang Ronde Plenyikan Jadi Buruan Pencari Kehangatan, Ratusan Porsi Terjual Sehari
“Awal-awal buka saya sudah ikut jualan, terus opornya yang pagi lama-lama ditinggal, malamnya jualan ronde, ” katanya pada Betanews. Id, di Jalan Wahid Hasyim, Dukuh Pleyikan, Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kudus, Senin (13/2/2023).
Bagi Adam, yang menjadi kunci sukses ia berjualan wedang ronde lantaran menjaga resep keluarga yang diteruskan padanya. Khususnya bagaimana cara pembuatan ronde dan kuah jahe yang menjadi ciri khas di tempatnya.
“Kalau saya gak bisa menyebutkan isi rondenya, karena itu resep keluarga. Jadi saya harus menjaganya, ” terangnya.
Berkat ketekunannya dalam usaha wedang ronde, ia juga menciptakan menu yang lebih bervariasi. Di antaranya wedang roti, wedang jahe, wedang sekoteng, dan wedang blung. Untuk satu porsinya, ia jual dengan harga Rp 5 ribu.
“Menu terbarunya itu wedang blung. Tapi yang menjadi best seller yang wedang ronde, karena banyak dicari saat musim hujan dari dalam dan luar Kota Kudus, ” jelasnya.
Baca juga: Wedang Ronde Mas Edi, Minuman yang Cocok untuk Para Pencari Kehangatan
Meskipun mengalami pasang surut dalam usaha, Adam yakin, Wedang Ronde Pleyikan itu bisa terus bertahan. Dalam sehari ia bahkan bisa mengahabiskan ratusan porsi wedang ronde.
“Sering dipesan untuk acara hajatan juga, bisa sampai 150 porsi. Alhamdulillah menguntungkan, sedikit-sedikit bisa dirasakan, ” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

