31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Wedang Ronde Plenyikan Jadi Buruan Pencari Kehangatan, Ratusan Porsi Terjual Sehari

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Jalan KH Wakhid Hasyim, Dukuh Plenyikan, Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus tampak sebuah warung yang ramai pembeli. Beberapa orang terlihat menikmati wedang ronde, serta ada beberapa orang menanti pesanannya. Sedangkan di samping etalase, terlihat seorang pria dengan cekatan menyiapkan pesanan para pembeli. Pria tersebut yakni Adam Priyo Prakoso (26) pemilik Warung Ronde Plenyikan Bu Yuli.

Seusai melayani pembeli, pria yang akrab disapa Adam itu sudi berbagi kisah tentang usahanya tersebut. Dia mengatakan, usaha warung ronde plenyikan dirintis oleh orang tuanya pada 2014. Menurutnya, sebelum merintis usaha wedang ronde, mendiang orang tuanya puluhan tahun jualan opor ayam. Karena dirasa sepi, pada tahun itu mereka coba-coba jualan wedang ronde.

Wedang Ronde Plenyikan yang selalu ramai diburu pembeli. Foto: Rabu Sipan.

“Tak dinyana, sebulan berjalan Warung Ronde Plenyikan ramai pembeli. Karena jualan ayam opornya tetap sepi, orang tua saya pun menutupnya dan fokus di usaha Warung Ronde Plenyikan,” ujar Adam kepada Betanews.id, Selasa (27/10/2020).

-Advertisement-

Baca juga: Warung Jahe Rempah Mbah Tolok, Terkenal jadi Jujugan saat Meriang

Dia mengatakan, setelah kedua orang tuanya meninggal, sebagai anak tunggal dia pun kemudian melanjutkan mengelola warung Ronde Plenyikan. Di warungnya, ia menyediakan aneka wedang seperti wedang ronde, wedang roti, skoteng, bubur kacang hijau, wedang jahe, dan skoteng.

“Untuk harga, selain wedang jahe kami banderol sama, yakni Rp 5 ribu seporsi. Sedangkan untuk wedang jahe kami bandrol lebih murah yakni Rp 4 ribu seporsi. Selain menyajikan dalam keadaan panas, semua wedang itu juga bisa disajikan dalam keadaan dingin, atau pakai es. Kalau pakai es harganya tambah Rp 1 ribu seporsi,” jelasnya.

Pria yang hari itu mengenakan kaus oblong itu menuturkan, dari berbagai wedang tersebut yang paling laris yakni wedang ronde. Ia mengaku, sejak ada pandemi dia bisa menjual wedang ronde sekitar 160 porsi sehari. Kalau total penjualan semua wedang, ia mampu jual sekitar 250 porsi sehari.

“Selama pandemi penjualan turun. Sebelum ada pandemi kami bisa menjual dua kali lipat lebih banyak dari yang saya sebut,” beber Adam.

Baca juga: Masih Kuliahkan Dua Anak Usai Pensiun, Nauman Tambah Penghasilan Lewat Kedai Jamu

Menurutnya, meski aneka minuman wedang yang ia jual itu identik untuk menghangatkan tubuh saat musim hujan. Namun, kata dia, penjualan di musim kemarau dan saat musim penghujan terbilang stabil.

Selain menjual aneka wedang, Warung Ronde Plenyikan juga ada aneka jajan. Dari jajanan jaman dulu hingga sekarang tersedia. Antara lain, nasi kering, nasi kering, nasi teri nasi oseng-oseng, ketan kelapa, bakwan sayur, bakwan jagung, nasi meniran. Ada juga tahu bacem, tahu sayur, martabak, lumpia, pisang karamel, pastel, senteling, miswal, getuk, risoles, klepon, rolade, daun singkong, mie bihun, ketan kelapa, kolang-kaling, sate usus, sate menur, roti, kasturi, lempok, timus, mata belong, gantilut, tape.

“Total jajan tersebut ada 350 buah, terdiri dari aneka jajan. Aneka jajan itu untuk pelengkap di warungnya. Ada yang bikinan sendiri, ada juga yang titipan,” tandas Adam.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER