31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Masih Kuliahkan Dua Anak Usai Pensiun, Nauman Tambah Penghasilan Lewat Kedai Jamu

BETANEWS.ID, KUDUS – Aroma rempah langsung tercium saat berada di dalam kedai yang berada di tepi Jalan HM Subchan ZE, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Di bagian dapur kedai tersebut, tampak seorang pria paruh baya sedang sibuk memasukan cairan warna coklat beraroma khas rempah ke dalam gelas. Pria tersebut yakni Nauman (59) pemilik kedai jamu rempah-rempah khas Jawa bernama Waluyo Jati.

Seusai menyelesaikan aktifitasnya, Nauman pun sudi berbagi kisah tentang usahanya. Dia mengatakan, sebelum merintis kedai jamu yang dibuka sejak Bulan Juli 2020, ia dulunya tercatat sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Kudus. Karena setahun yang lalu pensiun, untuk memenuhi kebutuhan keluarga dia pun berinisiatif untuk berwirausaha.

Salah satu menu jamu yang dijual Nauman di Kedai Jamu Waluyo Jati miliknya. Foto: Rabu Sipan.

“Hidup itu kan harus pintar, cerdas, serta solutif. Meski sudah pensiun saya pun harus cari cara untuk bisa penuhi kebutuhan keluarga. Apalagi saya masih punya tanggungan membiayai kuliah dua dari tiga anak saya,” ujar pria yang akrab disapa Naum kepada Betanews.id, Jumat (19/9/2020).

-Advertisement-

Pria yang tercatat sebagai warga Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu menuturkan, untuk menentukan jenis wirausaha yang akan ditekuninya, ia mengaku bertafakur kepada Sang Kuasa mencari petunjuk. Hingga muncullah ide membikin usaha jamu. Keputusan tersebut juga berdasar realita lapangan, bahwa zaman sekarang itu banyak sekali penyakit, dan penyakitnya itu aneh-aneh.

Baca juga: Warung Jahe Rempah Mbah Tolok, Terkenal jadi Jujugan saat Meriang

Berawal dari situ, lanjutnya, ia pun mempelajari kandungan khasiat-khasiat pada tumbuhan dan aneka rempah. Hingga terciptalah jamu rempah-rempah khas Jawa yang diberi nama Waluyo Jati. Jamu Waluyo Jati terdiri dari berbagai macam rempah-rempah, antara lain, jahe merah, jahe putih, empu kunir, temulawak, gingseng, serai, kayu manis, madu, serta pasak bumi.

“Dengan aneka rempah yang saya padukan jadi satu itu, Jamu Waluyo Jati sangat berkhasiat untuk tubuh. Di antaranya meningkatkan stamina, meningkatkan imunitas tubuh, menyembuhkan pegal linu, rematik, asam urat, kolesterol, menyembuhkan penyakit dalam, dan sakit lainnya,” rincinya.

Dia mengatakan, untuk mengobati penyakit, Jamu Waluyo Jati itu sebaiknya dikonsumsi satu hari sekali, atau dua hari sekali. Namun, kalau untuk masa pemulihan, jamu tersebut bisa dikonsumsi tiga hari sekali. Untuk harga, Jamu Waluyo Jati dibanderol Rp 10 ribu segelas. Tentu harga itu sangat murah, mengingat kandungan dan khasiat rempah yang terkandung di dalamnya cukup banyak.

Lebih lanjut, tuturnya, selama ini Jamu Waluyo Jati lumayan diminati. Serta banyak pelanggan yang mengaku cocok dengan jamu racikan Nauman tersebut. Menurutnya, pelanggan yang datang, selain orang Kudus juga ada beberapa orang dari Demak. Mereka mengaku setelah mengkonsumsi Jamu Waluyo Jati badan terasa enak dan penyakit berangsur-angsur sembuh.

Baca juga: Herbalice, Sari Temulawak untuk Cegah Virus Corona

“Dalam sehari setidaknya kami bisa menjual sekitar 40 gelas jamu. Kalau di akhir pekan penjualan naik, dan bisa jual 60 gelas jamu seharinya,” jelasnya.

Selain Jamu Waluyo Jati, tambahnya, di kedainya juga menyediakan minuman rempah untuk segeran berkhasiat. Antara lain, jahe rempah, jahe rempah susu, jahe rempah kopi, jahe rempah kopi susu, jahe susu, serta jahe kopi susu. Dia berharap, dengan adanya racikan jamunya itu banyak orang yang sakit bisa tertolong dan tersembuhkan.

“Semoga dengan perantara Jamu Waluyo Jati, banyak orang yang sakit bisa kembali sehat seperti sedia kala. Tentu saja atas izin Allah SWT,” harap Naum.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER