31 C
Kudus
Kamis, Februari 22, 2024

DPRD Kudus Nyatakan Unpad Wanprestasi Selenggarakan Tes Seleksi Pengisian Perades

BETANEWS.ID, KUDUS – Karut-marut tes seleksi pengisian perangkat desa (Perades) dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) di Kabupaten Kudus yang diselenggarakan oleh Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung menimbulkan kegaduhan. Merespon hal tersebut Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus pun menggelar audensi dengan pihak Unpad dan perwakilan peserta pada Rabu (22/2/2023).

Dalam audensi tersebut, Ketua DPRD Kudus Masan menyatakan, bahwa pihak Unpad disebut telah melakukan wanprestasi. Sebab, pelaksanaan tes CAT seleksi Perades tak sesuai regulasi atau Surat Keputusan (SK) Bupati Kudus serta surat Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara panitia desa dan perguruan tinggi.

Baca juga: Tanggapi Soal Nilai Peserta Tes Seleksi Perades Berubah-Ubah, Pihak Unpad Justru Tertawa

“Ada yang tak dipenuhi oleh pihak Unpad, salah satunya adalah realtime, padahal hal itu wajib ada. Oleh karenanya, kami menyatakan Unpad wanprestasi pelaksanaan tes CAT seleksi Perades di Kudus,” ujar Masan yang langsung disambut oleh tepuk tangan peserta yang hadir, Rabu (22/2/2023).

Dalam audensi tersebut, Masan juga membacakan Perjanjian Kerja Sama (PKS) atau regulasi pelaksanaan tes CAT seleksi Perades di Kudus. Di dalam regulasi tes seleksi Perades yang dilaksanakan dengan metode CAT, penilaiannya harus realtime. Ia juga menanyakan definisi CAT dan realtime kepada pihak Unpad.

“Realtime itu ketika saat soal dikerjakan benar, nilainya tambah, ketika salah, tidak dapat nilai, kan begitu. Artinya bisa dilihat secara langsung. Nah, itu tidak dilakukan pihak Unpad. Tadi dari Unpad sepakat dengan pendapat saya, bahwa mereka tidak melakukan realtime yang sesuai definisi,” jelasnya .

Selain itu, lanjut Masan, dalam regulasi penilaian tes CAT seleksi Perades, menggunakan passing grade tapi Unpad malah menggunakan skor. Hal itu juga tak sesuai regulasi.

“Ada juga persoalan lain yang peserta tidak hadir malah dapat nilai, semetara hadir malah tidak dapat nilai. Carut-marut yang terjadi itu dikarenakan pelaksanaan tak sesuai regulasi yang ada dan cacat hukum,” tandasnya.

Sementara itu, meski sempat berkilah, perwakilan dari Unpad yakni Juli Rejito akhirnya mengakui bahwa, penyelenggaraan tes CAT seleksi Perades di Kudus yang dilaksanakan oleh pihaknya tak sesuai regulasi.

Baca juga: Ketua DPRD Kudus Geram Sikapi Pelaksanaan Seleksi Perades yang Dinilai Tidak Profesional

“Sebenarnya kami juga realtime karena tak lewat sehari. Kami tidak bisa realtime karena ada soal psikologi yang tak bisa langsung keluar saat itu juga. Tapi karena regulasi realtime, nilai harus keluar saat pengerjaan soal selesai. Ya, tidak sesuai regulasi,” katanya.

Yuli pun kemudian mengajukan adendum, tapi langsung dijawab oleh Ketua DPRD Kudus, bahwa adendum tak bisa dilakukan karena pelaksanaan tes sudah dilakukan. Sebab, adendum itu dilakukan sebelum dilaksanakannya tes seleksi Perades.

Editor: Kholistiono

1 KOMENTAR

  1. Pak DPR kok kenceng banget ya. Tahun sebelumnya kok ga sekenceng ini.. Semoga saja tdk ada sangkut pautnya hasil yg kebanyakan dimenangkan oleh peserta dr desa lain termasuk desa medini tanah kelahiran bapak DPR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER