31 C
Kudus
Kamis, Februari 22, 2024

Tanggapi Soal Nilai Peserta Tes Seleksi Perades Berubah-Ubah, Pihak Unpad Justru Tertawa

BETANEWS.ID, KUDUS – Tes seleksi pengisian perangkat desa (Perades) di Kabupaten Kudus yang menggandeng Universitas Padjajaran (Unpad) sebagai penyelenggara, menyisakan banyak persoalan. Hingga muncul banyak sanggahan dari para peserta. Bahkan ada tudingan penyelenggaraan tes Perades oleh Unpad tak sesuai regulasi.

Menanggapi hal itu, pihak Unpad membantahnya. Melalui Pusat Studi Administrasi dan Kebijakan Publik Unpad sekaligus penanggung jawab tes seleksi Perades yang diwakili oleh Ramadhan Pancasilawan menegaskan, bahwa tes seleksi Perades di Kudus yang diselenggarakan oleh Unpad sudah sesuai prosedur.

Baca juga: Seleksi Perades Tinggalkan Banyak Masalah, Dinas PMD Kudus Tuding Unpad Kurang Profesional

“Tes seleksi Perades yang diselenggarakan oleh Unpad di Kudus sudah sesuai prosedur. Nanti bisa dibuktikan dan dilihat oleh orang yang punya kewenangan terkait sistem digital forensiknya,” ujar pria yang akrab disapa Ramadhan ketika ditemui di SMP 1 Kudus.

Ramadhan pun menjelaskan, bahwa semua persoalan yang dikeluhkan oleh para peserta itu tidak ada pengkondisian. Misal pengumuman nilai skor yang dianggap telat itu karena semua peserta belum selesai semua dalam mengerjakan soal.

“Ketika ada salah satu atau dua peserta yang mengerjakan soal hingga dua jam, maka pengumumannya menunggu peserta semua selesai,” bebernya.

Disinggung terkait pengumuman nilai sampai tiga kali dan berubah-ubah, Ramadhan malah tertawa terkekeh terlebih dahulu, baru menjawab. Dia mengakui, selain ada yang telat dari peserta, kemudian sistemnya saat itu ada sedikit permasalahan di dalamnya.

“Hahaha, itu di dalamnya ada telat dari peserta kemudian juga dari forensik, dari sistemnya itu memang ada sedikit permasalahan dalamnya. Itu kan ada tiga pengumuman skor dan yang ketiga itu yang valid. Paling valid nilainya itu yang terakhir,” ungkapnya.

Dia pun menegaskan, tidak ada pengondisian nilai tes seleksi Perades oleh pihak Unpad. Hal itu hanya masalah teknis saja.

“Apakah hal itu disengaja, nanti bisa dibuktikan dengan dilakukan uji digital forensik. Kalau surat tanggapan itu sudah muncul dari kami, silakan siapa pun yang punya kewenangan untuk melihat itu,” tandasnya.

Baca juga: Ternyata Ini Alasan Puluhan Desa di Kudus Gandeng Unpad Dalam Penyelenggaraan Tes Seleksi Pengisian Perades

Sementara alasan pihak Unpad tak menggunakan passing grade nilai tapi skoring, kata Ramadhan hal itu sama saja. “Skoring kan nilai kumulatif, sehingga sama sebenarnya,” imbuhnya.

“Kalau passing grade kan minimal nilai 60 bisa lolos. Skoring itu sama dan tidak mempengaruhi posisi peserta,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

3 KOMENTAR

  1. Kmaren d Demak bermasalah sampai penyelenggara dr IAIN Walisongo kena .. sebelum ini tes perangkat d wilayah Karanganyar jug ribet perkara nilai yg berubah ubah. dan ini terjadi lagi… Sdh JD rahasia umum ad isu jual beli jbatan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER