31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Ternyata Ini Alasan Puluhan Desa di Kudus Gandeng Unpad Dalam Penyelenggaraan Tes Seleksi Pengisian Perades

BETANEWS.ID, KUDUS – Sebanyak 90 desa di Kabupaten Kudus yang melaksanakan seleksi pengisian perangkat desa (Perades), 68 di antaranya memilih bekerja sama dengan Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung sebagai penyelanggara. Alasan pihak desa memilih bekerja sama dengan Unpad karena nama besar dan tergiur harga yang murah.

Ironisnya, tes seleksi Perades yang diselenggarakan oleh Unpad menimbulkan banyak persoalan hingga para peserta melakukan sanggah atas hasil tes.

Ketua panitia penyelanggara seleksi Perades Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, yakni Muhammad Mawahib mengakui, salah satu alasan memilih Unpad adalah harganya yang lebih murah dengan perguruan tinggi lainnya. Selain, itu juga banyak desa di Kudus yang bekerja sama dengan Unpad.

-Advertisement-

Baca juga: Tak Puas dengan Hasil Tes, Puluhan Peserta Seleksi Perangkat Desa Kesambi Lakukan Sanggah

“Harga Unpad memang lebih murah dibanding perguruan tinggi lain. Serta ketika pemaparan pihak Unpad saat itu bisa meyakinkan kami. Saat itu lho ya, makanya kami memutuskan untuk bekerja sama dengan Unpad,” ujar Mawahib.

Selain itu, kata dia, pertimbangan lainnya tes seleksi Perades bisa dilaksanakan di Kudus. Menurutnya, dengan digelar di Kudus, akan menekan biaya para peserta dan tidak harus ke luar kota.

“Keselamatan dan jarak tempuh juga jadi pertimbangan kami. Kalau di Kudus kan dekat,” bebernya.

Hal senada juga diungkap oleh Kepala Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, Mochamad Arifin. Dia mengatakan, panitia seleksi Perades di desanya memilih Unpad sebagai penyelenggara karena nama besar dan harga lebih murah.

“Ketika masing-masing perguruan tinggi memberikan pemaparan, pihak panitia seleksi Perades kami lebih memilih Unpad, karena nama besarnya. Selain itu harga yang ditawarkan juga lebih murah,” ujar Arifin ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (20/2/2023).

Dia pun menjelaskan, sebenarnya harga tiap perguruan tinggi tak jauh berbeda terkait penyelenggaraan tes seleksi Perades metode Computer Assist Test. Namun, untuk harga paket peserta pihak Unpad lebih murah.

Harga paket tes seleksi Perades metode CAT tiap perguruan tinggi kemarin itu Rp 5 juta untuk 10 peserta. Namun, hanya Unpad yang jika ada penambahan peserta kurang dari 10 orang harganya bisa dihitung per orang, yakni Rp 500 ribu.

“Sementara perguruan tinggi lain, ada penambahan peserta satu atau dua saja penambahan biayanya dihitung satu paket atau Rp 5 juta. Misal peserta 15 orang, perguruan tinggi lain dihitung dua paket yang berarti bayarnya Rp 10 juta. Sementara Unpad, yang 10 orang dihitung satu paket dan yang lima bisa dibayar per orang yakni Rp 500 ribu, jadi lebih murah,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, yang menjadi pertimbangan desanya memilih kerja sama dengan Unpad adalah nama besarnya. Pasalnya, di antara perguruan tinggi yang ikut pemaparan penyelanggaraan seleksi Perades di Kudus, ia menganggap Unpad yang paling terkenal dan punya ranking lebih baik.

Baca juga: Temukan 5 Kejanggalan, Peserta Seleksi Perangkat Desa Kaliwungu Lakukan Sanggah

“Unpad kan salah satu universitas terbaik di Indonesia. Sehingga itu juga jadi pertimbangan kami memilih Unpad. Namun, malah ketika pelaksanaannya banyak persoalan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Kudus Adi Sadhono mengatakan, ada lima perguruan tinggi yang jadi penyelanggara tes seleksi Perades. Antara lain, Polines Semarang, Unsoed Purwokerto, Unisbank Semarang, Untag Semarang dan Unpad Bandung.

“Namun, untuk penentuan perguruan tinggi jadi penyelenggara tes seleksi perangkat adalah kewenangan pihak desa. Jadi MoUnya antara perguruan tinggi langsung dengan desa,”ujarnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER