BETANEWS.ID, KUDUS – Tes seleksi pengisian perangkat desa (Perades) di Kabupaten Kudus menyisakan berbagai persoalan, khususnya yang menggandeng perguruan tinggi dari Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung. Para peserta seleksi Perades yang diselenggarakan oleh Unpad pun banyak yang melakukan sanggah terkait dengan nilai hasil tes.
Mengenai hal tersebut, pihak Unpad dikabarkan siap memberikan jawaban atau klarifikasi. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Kudus Adi Sadhono.
Baca juga: Temukan 5 Kejanggalan, Peserta Seleksi Perangkat Desa Kaliwungu Lakukan Sanggah
Dia mengatakan, terkait polemik yang terjadi pada tes seleksi Perades yang menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT) oleh Unpad, pihaknya menyebut sudah berkoordinasi dengan Unpad dan mereka siap memberikan jawaban.
“Dari koordinasi kami dan Pihak Unpad, mereka siap memberikan jawaban dan klarifikasi. Nanti, setelah pihak Unpad menerima sanggahan para peserta dari panitia,” ujar Adi kepada Betanews.id.
Dia mengungkapkan, karena Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) penyelanggaraan seleksi Perades itu per desa, maka jawaban sanggahan itu nantinya bisa dilaksanakan per desa. Tidak dalam kumulasi kabupaten.
“Harusnya pihak perguruan tinggi menjawab sanggahan pesert per desa. PKSnya itu kan perguruan tinggi dengan masing-masing desa,” tandasnya.
Dia mengungkapkan, bahwa Unpad baru kali menyelanggarakan seleksi Perades di Kudus. Sebelumnya, pada tahun 2019, seleksi Perades di Kudus bekerja sama dengan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.
Baca juga: Seleksi Perades Tinggalkan Banyak Masalah, Dinas PMD Kudus Tuding Unpad Kurang Profesional
“Di tahun 2019, di Kudus juga ada seleksi Perades, tapi penyelanggaranya hanya satu perguruan tinggi yakni Unsoed. Metodenya juga menggunakan CAT,” ungkapnya.
Meski baru pertama kali menyelenggarakan seleksi Perades di Kudus, mayoritas desa di Kudus memilih Unpad sebagai penyelanggara. Dari total 90 desa yang melakukan seleksi Perades, ada 68 yang bekerja sama dengan Unpad.
Sementara 22 desa lainnya memilih bekerja sama dengan Unsoed Purwokerto, Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang, Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang dan Politeknik Negeri Semarang (Polines).
Editor: Kholistiono

