Terminal Jati Kudus Kebanjiran, Pemilik Kios Berjualan di Tepi Jalan

BETANEWS.ID, KUDUS – Di Jalan R Agil Kusumadya tepatnya di sebelah barat Terminal Jati Kudus beberapa bus dan angkutan umum berhenti untuk menurunkan dan menaikkan penumpang. Di tepi jalan tampak beberapa pedagang yang menjual oleh-oleh menggunakan mobil.

Salah satu pedagang tersebut yakni Umi Kholifah. Sebelum kebanjiran, perempuan yang akrab disapa Umi itu berjualan di kios dalam terminal. Namun, saat ini ia terpaksa berjualan di tepi jalan menggunakan mobil karena Terminal Jati masih tergenang banjir dan ditutup. Hal itu dilakukannya agar tetap ada pemasukan dan dapur tetap ngebul.

“Terminal tutup, jadi jualan di tepi jalan. Sebab, jika menunggu banjir di terminal surut khawatirnya lama,”ujar perempuan yang akrab disapa Umi kepada Betanews.id, Jumat (6/1/2023).

-Advertisement-
Pemilik kios di Terminal Jati Kudus berjualan di tepi jalan karena terminal kebanjiran. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga: Terendam Banjir Hampir Satu Meter, Terminal Jati Kudus Ditutup Sementara

Dia mengungkapkan, sudah sepekan Terminal Jati tutup akibat banjir, namun ia berjualan sejak empat hari yang lalu. Sebelumnya sempat tidak berjualan.

“Sempat tidak berjualan dua hari. Karena kami butuh pemasukan agar dapur tetap ngebul sehingga berinisiatif untuk berjualan di tepi jalan dengan menggunakan mobil,” beber warga Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kudus tersebut.

Perempuan yang sudah berjualan di Terminal Jati sejak 2010 itu mengaku menjual aneka oleh-oleh, minuman, serta rokok. Selama berjualan di tepi jalan omzetnya memang belum bisa sebanding ketika berjualan di dalam terminal.

“Ketika tidak banjir jelas lebih enak jualan di dalam terminal. Jualan di tepi jalan omzet turun, tapi lumayanlah daripada tak ada pemasukan sama sekali,” ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan oleh pedagang lain yakni Uci Kristianti. Perempuan yang akrab disapa Uci mengaku, sejak Terminal Jati kebanjiran dan ditutup, ia tak lagi bisa berjualan. Sebab, jika memaksa buka juga tak ada yang beli.

“Sebenarnya kios tidak kebanjiran, tapi terminal kan terendam cukup dalam dan tutup. Sehingga percuma jika buka dan jualan di dalam terminal,” ujarnya.

Dia menuturkan, karena terminal ditutup sempat tidak berjualan beberapa hari. Serta baru sehari jualan di tepi jalan. Menurutnya, jualan di tepi jalan agar dapat pemasukan, sebab selama terminal ditutup tak ada pemasukan sama sekali.

Baca juga: Kedalaman Banjir di Depan Terminal Kudus Capai 50 Cm, Pengendara Harap Hati-Hati

“Jualan di tepi jalan agar ada pemasukan. Sehari jualan ini sudah laku lumayan,” ungkap perempuan yang jualan aneka oleh-oleh, minuman dan rokok.

Dia berharap, Terminal Jati Kudus segera surut agar para pedagang bisa lagi berjualan di dalam terminal. Sebab, menurutnya, lebih enak jualan di dalam terminal. Selain nyaman omzetnya juga lumayan lebih besar.

“Harapannya banjir cepat surut dan termin buka lagi. Enak jualan di dalam terminal, pembelinya banyak,” harapnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER