BETANEWS.ID, KUDUS – Tapai Ketan merupakan salah satu kudapan tradisional Indonesia, yang berasal dari hasil proses fermentasi alami. Salah satu tempat produksi kudapan tapai ketan ini, berada di Desa Sidorekso RT 2 RW 2, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.
Menurut Ima Tutik Alawiyah, Owner Tape Ketan Bintang Lima, tapai ketan buatanya memiliki cita rasa khas yang berbeda dari yang lain. Tapai ketan ini memiliki rasa manis yang menyegarkan dengan perpaduan rasa asam yang pas. Tidak heran, Tape Ketan Bintang Lima ini laris manis di pasaran.
“Untuk rasanya, khas tape ketan kita ini manis legit sama asem, tetapi asamnya ini lebih condong ke rasa manisnya dan seger. Tape ketan ini kita produksi minimal dua hari sekali,” katanya, Sabtu (9/1/2022).

Baca juga: Cerita Ima, Rintis Usaha Tapai Ketan Agar Bisa Ciptakan Lapangan Kerja Bagi Ibu-Ibu di Desanya
Selain karena rasanya yang manis dan segar, tapai ketan ini dibuat dengan bahan alami, berkualitas dan selalu menjaga kebersihan saat proses pembuatannya. Kudapan tradisional ini terbuat dari beras ketan yang difermentasi dengan ragi yang diberi tambahan gula pasir dan pewarna makanan.
Tape Ketan Bintang Lima ini memiliki tiga varian, di antaranya tapai ketan original, tapai ketan hijau dan tapai ketan rainbow (pelangi). Sedangkan untuk kemasannya, menggunakan thinwall ukuran 600 miligram dan ukuran 350 miligram.
“Yang original warna putih, kalau yang best seller tapai ketan hijau dan untuk acara ulang tahun bisanya rainbow, karena warna cantik. Harganya kita terjangkau yaitu Rp 15 ribu yang 600 miligram dan Rp13 ribu yang 350 gram,” ungkapnya.
Tapai ketan ini bisa tahan tiga hari suhu ruangan, satu minggu lebih bila disimpan di kulkas dan bisa lebih dari satu Minggu saat di freezer. Semakin lama usia tapai ketan, maka akan mengeluarkan air dari hasil fermentasi. Air fermentasi tapai ketan yang cenderung asam ini juga aman untuk diminum karena rasanya manis.
Ima menuturkan, penjualan tapi ketan ini sudah hampir ke seluruh Kota Kudus, Jepara, dan Demak. Ia juga memiliki reseller di tiga kota yakni di Banten, Jakarta Barat dan Bandung. Untuk pengiriman dirinya menggunakan jasa bus yang sekali kirim bisa sampai 25 kilogram tapai ketan. Dalam kurun waktu satu Minggu, Ima mampu menjual 100 hingga 120 kilogram tapai ketan.
Baca juga: Tape Singkong Mak Jumi, Tape Legendaris Asal Gembong Pati
Jika penasaran dengan rasa Tape Ketan Bintang Lima, bisa langsung melakukan direct massage di Instagram @tapeketan_bintanglima_kudus, lalu WhatsApp di 0812-2804-5078. Pelanggan juga dapat memesan dengan datang langsung ke tempat produksi, untuk pemesanan partai besar bisa dilakukan maksimal H-2.
“Kita juga menerima pesanan untuk acara ulang tahun, PKK ataupun arisan. Biasanya pesanan akan meningkat saat hari puasa dan menjelang idul Fitri. Kalau idul Fitri kita bisa produksi tiap hari sampai 80 kilogram, bahkan untuk kemasan daun pisang pernah sampai sembilan ribu bungkus,” tandasnya.
Editor: Kholistiono

