BETANEWS.ID, JEPARA – Winda Ayu (29) bersama sang suami terlihat sibuk membuat pesanan mi ayam di warung Mie Ayam Blangkon miliknya. Mereka tampak berbagai tugas membuat mie ayam dan mengantar minuman kepada masing-masing pelanggan.
Usai melayani pembeli, Winda bersedia berbagi kisahnya merintis usaha kuliner yang laris manis itu. Ia menuturkan, awal merintis usaha karena keresahannya yang tak ingin bekerja dengan orang terus menerus. Ia juga ingin menjadi bagian dari pemuda yang berkontribusi untuk Indonesia dengan menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain.

“Alasannya pertama basicnya kita itu bekerja. Selama kita bekerja, kita berpikir tidak selamanya bekerja terus. Kita juga mau berkontribusi menjadi satu persen dari masyarakat Indonesia yang punya usaha meskipun kita masih UMKM,” jelasnya, Sabtu (14/1/2023).
Baca juga: Nggak Main-Main, Mie Ayam Blangkon di Jepara Ini Bumbunya Pakai 21 Macam Rempah
Untuk menuju itu, dirinya lantas memilih usaha mi ayam karena ia dan suami menyukai kuliner tersebut. Ia juga mengungkapkan, selama mencicipi kuliner tersebut di Jepara, belum ada mi ayam yang sesuai dengan rasa yang mereka inginkan.
“Kedua karena based-nya kita suka mi ayam, suka kulineran, tapi kita belum nemu mi ayam yang benar-benar rempahnya berasa tanpa tambahan saus,” ungkapnya.
Niatan buka usaha itu lantas ia mulai dengan mencari resep yang pas untuk mi ayam. Bahkan, ia harus melakukan percobaan hingga 11 kali untuk menemukan rasa yang sesuai keinginan. Setelah itu, ia baru membuka warung Mie Ayam Blangkon di Maret 2022 setalah kembali dari Yogyakarta.
Membuka warung di Jepara dirasa cocok oleh Winda karena mi ayam dari Jepara rasanya begitu identik dan terkenal di Yogyakarta. Makanya, mi ayam jualannya itu juga punya kuah kental dengan rasa gurih dari rempah-rempah pilihan.
“Tidak terlalu susah. Antusias masyarakat juga lumayan, karena mungkin kita membawa konsep yang sedikit berbeda dari mi ayam yang biasanya. Dan alhamdulillah mereka masuk aja gitu sama rasanya,” tuturnya.
Mie ayam blangkon dijual dengan harga Rp9 ribu per porsi. Terdapat menu pendamping seperti telur puyuh, ceker, sayap, tahu bakso hingga kerupuk. Dalam sehari, dirinya bisa menjual 50-100 porsi.
Winda berharap, usaha kuliner Mie Ayam Blangkon miliknya bisa semakin berkembang. Ia juga berniat menambah menu bakso di warungnya, serta bisa membuka cabang di luar kota.
“Dari cabang pertama ini, yang pasti kita berdoa kita berusaha untuk buka cabang-cabang lain di Jepara, Kudus dan Jogja. Semoga kita bisa berkembang,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

