BETANEWS.ID, KUDUS – Fahrul Tri Ivandi dan beberapa karyawannya terlihat sedang sibuk melayani pembeli yang memenuhi warung Cerita Rasa miliknya. Warung yang berada di Jalan Pattimura, Desa Mlati Kidul, Kecamatan/Kabupaten Kudus itu memang selalu ramai didatangi pelanggan yang ingin menyantap menu spesial asem-asem tulang iga.
Di tengah ramainya warung, Fahrul bersedia menjelaskan usaha yang dirintis pada Mei 2022 itu. Menurutnya, meski tampak konyol merintis usaha di tengah pandemi covid-19, baginya mewujudkan keinginan untuk mandiri dan punya usaha menyingkirkan segala risiko yang banyak ditakuti oleh perintis pemula seperti dia.

Benar saja, usai belajar memasak secara otodidak selama dua bulan, ia lantas nekat buka warung di Food Court Museum Kretek. Ia memanfaatkan apapun yang dapat melancarkan usahanya tersebut, yakni dengan promosi di media sosial dan berjualan lewat aplikasi online.
Baca juga: Menyantap Asem-Asem Tulang Iga Super Empuk di Warung Cerita Rasa yang Bikin Auto Balik Lagi
“Alasanya pengen belajar mandiri, pengen punya usaha. Karena keluarga emang basicnya usaha semua. Kalau buka awal pandemi dari segi usaha kaya salah dan riskan. Tapi kita memanfaatkan segi yang online, iklan,” jelasnya, Kamis (12/1/2023).
Pemilihan menu iga juga karena orang tuanya memiliki usaha jualan daging di pasar. Dengan begitu, ia bisa mendapatkan harga yang relatif murah serta selalu fresh. Apalagi, warung atau kedai yang menjual menu utama tulang iga masih jarang dijumpai di Kudus ketika itu.
“Dulu awalnya ya menu iga, asem-asem tulang iga, iga bakar. Kemudian karena ingin merambah pelanggan yang luas kita kasih menu anak muda seperti sambelan,” terangnya.
Kini, Warung Cerita Rasa sejak awal tahun 2023 pindah ke lokasi baru, yang menurut Fahrul lebih strategis dan dekat dengan rumah. Selain itu tempatnya juga lebih luas, baik tempat makan atau area parkir serta berada tepat dipinggir jalan.
Baca juga:Gagal di Usaha Mi, Fetty Tolak Menyerah dengan Rintis Warung Sate 88 ala Kafe
Menu yang ditawarkan Fahrul beragam, ada asam-asam tulang iga, iga bakar, rica-rica iga, gongso babat iso, oseng paru lombok ijo, oseng bakso, paket sego sambel, entog, ayam kampung dan lainnya. Sementara untuk harga, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp30 ribu.
Pelanggannya pun dari berbagai kalangan usia, ada dari Kudus, Jepara, Demak dan Pati. Dalam sehari, Fahrul bisa menjual hingga 50-60 porsi menu iga, dan dapat bertambah saat akhri pekan.
“Harapannya bisa terus berkembang, bisa ramai bermanfaat untuk banyak orang terutama karyawan,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

