31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Sempat Putus Asa Bengkelnya 4 Kali Kemalingan, Suroso Bangkit Jualan Intip Ketan yang Kini Makin Ramai

BETANEWS.ID, KUDUS – Suroso Ragil Saputro (50) tampak cekatan membuatkan intip ketan di lapak belakang SMPN 2 Kudus. Setelah jadi, jajanan jaman dulu (jadul) itu segera diberikan kepada pembeli yang datang silih berganti.

Sehari-hari pada 16.00 WIB hingga 18.00 WIB, Suroso memang menjajakan jajanan legendaris asal Kudus di tempat tersebut. Itu merupakan upayanya untuk bangkit dari usaha bengkel yang sampai empat kali kemalingan hingga terpaksa gulung tikar. Bahkan tadinya, bengkelnya itu tak pernah sepi pelanggan.

Intip Ketan Khas Kudus, jajanan tradisional yang masih punya banyak peminat. Foto: Kaerul Umam.

Ia juga pernah pindah lokasi demi mempertahankan usaha bengkelnya itu. Namun, di tempat yang baru malah sepi. Mau tak mau ia harus mencari cara agar keluarga bisa bertahan hidup.

-Advertisement-

Baca juga: Lapak Intip Ketan di Belakang SMPN 2 Kudus Ini Tak Pernah Sepi Pembeli, Kamu Sudah Coba?

“Dulunya pernah punya bengkel reparasi mobil mas tapi tidak bisa bertahan karena pada saat itu kemalingan sampai empat kali. Hingga modal habis dan tidak bangkit lagi. Pernah juga pindah lokasi di dekat rumah namun malah sepi. Jadi ya saya tutup saja,” beber Suroso kepada Betanews.id, Jumat (20/1/2023).

Setelah menutup bengkelnya itu, kata Suroso, ia beberapa kali mencoba peruntungannya dengan berjualan di lapak angkringan yang menjual nasi, sekoteng, ronde, dan lainnya agar bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

“Namun, karena ada kendala usaha angkringan akhirnya saya tutup. Kemudian berjualan mi ayam dan bakso yang juga tidak bisa bertahan lama,” ungkapnya.

Warga Kelurahan Mlati Lor, Kecamatan/Kabupaten Kudus tersebut kemudian tak sengaja mencoba berjualan intip ketan khas Kudus yang saat ini jarang dijumpai. Di usaha tersebut menurutnya mendapat respon yang sangat bagus karena hanya dia saja yang menjual jajanan itu di Kudus.

Baca juga: Berbekal Ilmu Bisnis, Emen Ajak Sepupu Rintis Usaha Kue Pancong yang Hasilnya Bikin Iri

“Itu saya tidak sengaja dan jualan ini turunan dari ibu saya yang dulu juga menjual Intip ketan ini. Tapi sebelumnya di tahun 2012 saya juga pernah titipkan ke toko-toko besar yang ada di Kudus dan hasilnya juga lumayan,” tutur bapak dua anak tersebut.

Kemudian, lanjutnya, ia mulai menjajakan jajanan tersebut di lapak pada 2016 yang saat itu kepepet. Selain itu, ia jual jajanan tersebut saat Car Free Day (CFD) di Alun-alun Simpang 7 Kudus, yang katanya banyak yang minat.

“Kalau dari awal saya coba jualan itu 2 kilogram adonan ternyata habis dan peminatnya banyak. Kemudian berkembang menjadi 5 kilogram adonan Intip ketan setiap hari,” ucapnya.

Ia menambahkan, untuk satu kilogram adonan biasanya bisa menjadi 8 sampai 9 porsi intip ketan yang harganya Rp10 ribu berisi empat biji intip ketan. Bahkan pembelinya tak hanya dari Kudus saja, namun juga dari daerah lain seperti Jepara, Demak, Pati, Grobogan, bahkan Rembang.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER