BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan kios baru di Terminal Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus sudah selesai dibangun. Beberapa pedagang kaki lima (PKL) tampak sudah menempati kios tersebut dan menjajakan berbagai dagangan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus Mutrikah pun meninjau langsung para PKL yang menempati kios barunya tersebut. Perempuan yang akrab disapa Tika itu mengatakan, dulunya para PKL berdagang di warung yang dibangun seadanya. Oleh karenanya dibangunkan kios yang lebih layak.

Baca juga: Percantik Taman Ria, Graha Muria, dan Terminal Colo, Disbudpar Anggarkan Rp600 Juta
“Jumlah total ada 62 kios. Yang di terminal atas ada 25 kios, sementara di terminal bawah ada 37 kios,” ujar Tika kepada awak media, Rabu (11/1/2023).
Dia mengatakan, pembangunan 62 kios tersebut menelan anggaran Rp 1,7 miliar. Sumber dana dari APBD Perubahan Kabupaten Kudus tahun 2022.
“Pembangunan kios sudah jadi sesuai kontrak. Untuk luas kios 3×2,5 meter,” jelasnya.
Setelah jadi, kata Tika, para PKL pun segera menempati kios dengan retribusi sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Kudus yakni 270 ribu per tiga bulan. Hal itu sudah diteken kontrak antara pihak Disbudpar Kudus dan para PKL.
“Kontrak pembayaran sewa langsung tiga bulan dan dibayar di awal. Nominalnya Rp 270 ribu per tiga bulan, sangat terjangkau sebab per bulan tak sampai Rp 100 ribu,” jelasnya.
Dia menungkapkan, 50 persen pedagang yang menempati kios sudah lunas pembayarannya. Untuk listrik menggunakan pulsa dan dibayar oleh para pedagang.
“Pembayaran listrik menggunakan pulsa dan dibayar oleh pedagang. Sehingga penggunaan bisa disesuaikan dengan kebutuhan,” ujarnya.
Baca juga: Serunya Melihat Pelatihan Tour Guide Sembari Keliling Tempat Wisata di Kota Kretek
Sementara, salah satu pedagang yakni, Jumiati mengaku senang dibangunkan kios. Sebab bisa berjualan dengan nyaman. Dulunya, ia berjualan di Terminal Colo dengan kios seadanya dengan bahan kayu dan triplek.
“Tentu senang dibangunkan kios. Sebab sekarang lebih nyaman berjualannya,” ujarnya.
Editor: Kholistiono

