31 C
Kudus
Senin, Oktober 3, 2022
spot_img
spot_img
BerandaWISATASerunya Melihat Pelatihan...

Serunya Melihat Pelatihan Tour Guide Sembari Keliling Tempat Wisata di Kota Kretek

BETANEWS.ID, KUDUS – Sebuah bus Pariwisata terlihat keluar dari Terminal Bakalankrapyak Kudus. Dengan melaju pelan, bus tersebut menuju wisata tujuan yang ada di Kudus. Di dalam bus terlihat seorang puluhan penumpang sembari mengenakan kaus putih bertuliskan Kudus level up pelatihan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Mereka kemudian secara bergantian maju di bagian depan bus. Sembari membawa pengeras suara, mereka mengenalkan potensi wisata di Kudus. Ada yang menceritakan sejarah Sunan Muria, Sejarah Sunan Kudus, keindahan alam Pegunungan Muria, serta beberapa wisata lainnya.

Tak hanya itu, ada juga yang menceritakan sejarah Kretek. Dari awal penemuan rokok kretek oleh Jamhari, serta kisah suksesnya sang Raja Kretek Nitisemito diceritakan secara detail. Tak hanya tempat wisata, mereka juga menceritakan aneka kuliner khas Kudus. Di antaranya garang asem, sate kebo, nasi pindang hingga nasi jangkrik.

Peserta pelatihan tour guide yang digelar oleh Disnakerperinkop dan UKM Kudus berfoto bersama. Foto: Rabu Sipan.
- Ads Banner -

Baca juga: Bahas Arah Pariwisata Kudus 2021, GIPTTA Bakal Gelar Jagong Kamulyan

Kemudian ada juga yang memperkenalkan tanaman endemik Gunung Muria. Antara lain, parijotho, kopi Muria dan lainnya. Kegiatan tersebut bukanlah perjalanan wisata pada umumnya, tapi kegiatan itu adalah pelatihan tour guide yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (Disnakerperinkop dan UKM).

Saat armada sampai di Terminal Colo, Kecamatan Dawe, Kudus, bus pun berhenti sejenak. Terminal tersebut yakni tempat berhenti para wisatawan religi yang ingin berziarah ke Makam Sunan Muria.

Para peserta pelatihan tour guide pun istirahat sejenak sekitar 10 menit kemudian perjalanan pun dianjutkan dengan tujuan Museum Kretek.

Dalam perjalanan, para peserta pelatihan yang belum mendapatkan giliran, unjuk gigi untuk mempresentasikan wisata Kudus. Ada yang memperkenalkan sejarah Masjid Loram dan Museum Kretek. Memberitahukan bahwa Kudus juga punya wisata adventure yang ada di Pegunungan Patiayam.

“Para wisatawan bisa berkeliling Gunung Patiayam menggunakan jeep. Jadi tidak perlu ke Tawangmangu untuk wisata naik Jeep, tapi di Kudus juga punya yakni di Patiayam,” ujar salah satu peserta tour guide.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (Disnakerperinkop dan UKM) Kabupaten Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawati yang ikut serta dalam pelatihan tersebut mengatakan, sangat senang melihat kemampuan para peserta pelatihan tour guide. Menurutnya, kemampuan para peserta sangat menguasai tentang wisata dan sejarah Kudus.

“Metode pelatihan tour guide ini Mobile Training Unit(MTU). Jadi memang langsung praktik,” ujar perempuan yang akrab disapa Rini kepada awak media, Rabu (14/9/2022).

Dia menuturkan, pelatihan tour guide akan berlangsung selama 22 hari dan ini sudah memasuki pekan ke tiga. Pelatihan memasuki paruh waktu yang ditentukan memang dilakukan praktik lapangan.

“Praktik lapangan ini untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan para peserta mempresentasikan wisata Kudus kepada para wisatawan. Sebab para guide itu dituntut punya etika serta komunikasi yang baik,” bebernya.

Dia mengungkapkan, pelatihan tour guide baru dilaksanakan tahun ini. Karena melihat potensi desa wisata di Kudus yang mulai berkembang. Selain itu pelatihan tour guide ini juga merupakan aspirasi dari masyarakat.

Baca juga: Napak Tilas Sejarah Kudus, Komunitas Lelana Gelar Walking Tour

“Kami berharap dengan pelatihan ini para peserta makin mahir jadi pemandu wisata Kudus. Sehingga ke depan bisa menciptakan tenaga kerja, khususnya di dunia pariwisata di Kudus,” harapnya.

Sementara itu, salah satu peserta yakni Sa’adatul Mushthoifiyah mengaku ikut pelatihan tour guide agar bisa menambah wawasan terkait Kudus. Sehingga nanti bisa menceritakan tentang suatu hal yang menarik tanah kelahirannya.

“Ikut pelatihan ini agar bisa menambah wawasan terkait dengan Kudus. Agar nanti saya bisa menceritakan sejarah, kuliner, wisata apa saja di Kudus kepada teman saya di lain daerah,” ujar mahasiswa HI semester 7 Universitas Wahid Hasyim Semarang.

Editor : Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

32,381FansSuka
15,327PengikutMengikuti
4,327PengikutMengikuti
90,084PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler