BETANEWS.ID, KUDUS – Jembatan irigasi Jalan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus yang berada di Desa Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus ambrol hingga membentuk lubang berdiameter 40 sentimeter. Lubang menganga di jembatan itu pun dikeluhkan warga karena sangat membahayakan apalagi ketika malam hari.
Terlihat, meski berlubang, jembatan itu masih banyak kendaraan yang melintas. Lubang di jembatan itu pun terlihat hanya diberi penanda berupa drum dan ranting pohon agar orang yang melintas tak celaka terperosok ke dalam lubang.

Totok (60), salah satu warga mengatakan, jembatan ambrol dan berlubang itu sudah tiga pekan. Karena berlubang, jembatan itu pun dianggapnya membahayakan.
“Setiap hari saya lewat sini (jembatan berlubang). Merasa khawatir dan was-was ketika lewat, takut kecebur. Makanya sepeda saya tuntun,” ujar Totok.
Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Pasuruan Lor Nur Huda mengatakan, jembatan yang berlubang itu merupakan jembatan irigasi dan di jalan kabupaten. Jembatan itu ambrol dan berlubang sejak sepekan lalu.
“Sudah sepekan berlubangnya. Dulu pernah juga berlubang, kemudian ditambal dan ini berlubang lagi,” ujar Huda.
Dia menuturkan, jalan tersebut adalah alternatif ketika Jalan Kudus-Jepara Macet. Karena bisa tembus ke Kedungdowo hingga Garung Lor. Jembatan yang berlubang itu juga sudah dilaporkan ke pihak terkait, agar segera diperbaiki.
“Jembatan berlubang itu bukan kewenangan pihak desa. Jika desa boleh memperbaiki, malah sudah ditangani,” bebernya.
Baca juga: Pembangunan Jembatan Karangsambung Ternyata Butuh Dana Rp30 Miliar
Dia mengatakan, bahwa jembatan itu merupakan bangunan lama yang dibangun pada tahun sekitar 1978. Bahkan, kontruksinya masih bata.
“Antisipasi sementara agar tak terjadi kecelakaan, kami beri tanda drum dan ranting pohon, agar kendaraan tak ada yang terperosok. Kemarin, kayaknya sudah ada peninjauan, semoga segera diperbaiki,” harapnya.
Editor: Kholistiono

