31 C
Kudus
Sabtu, Februari 4, 2023
BerandaKISAHDari Karyawan Developer...

Dari Karyawan Developer Properti Hingga Kontraktor, Cerita Ayik yang Kini Sukses Dirikan Akademi Sepak Bola

BETANEWS.ID, KUDUS – Arif Budianto, pagi itu sangat bersemangat datang ke Stadion Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Minggu (22/1/2023). Kehadirannya di stadion kebanggaan warga Kota Kretek karena ingin melihat para siswa Akademi Sarana Talenta Indonesia (ASTI) untuk kegiatan fun game dan pemberian motivasi jelang mengarungi turnamen Piala Soeratin.

Selain itu, yang membuat antusias pria yang akrab disapa Ayik mendatangi acara tersebut yakni kegiatan itu juga dalam rangka Aniversary ke-4 ASTI. Arif sendiri adalah Chief Executive Officer (CEO) ASTI Kudus.

Kepada Betanews.id, Ayik pun sudi berbagi kisah bergelut dengan dunia akademi sepak bola bernama ASTI. Dia mengatakan, ASTI dirintis pada Desember 2018. Sebelum bergelut di dunia akademi sepak bola, dulunya ia bekerja di perusahaan developer properti di Jakarta.

Ratusan siswa ASTI saat berkumpul di Stadion Wergu Wetan Kudus. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga: Jelang Kick Off Piala Soeratin, Siswa ASTI Diberikan Suntikan Semangat Juang

“Pernah juga mendirikan perusahaan kontraktor di Jakarta. Kemudian di tahun 2018 merintis ASTI di Kudus,” ujar Ayik kepada Betanews.id.

Pada tahun 2018 tersebut dia mengaku belum begitu fokus ke akademi sepak bola, sifatnya masih sampingan dan kurang begitu serius. ASTI didirikan karena untuk memfasilitasi warga Kudus yang ingin anak mereka jadi pemain sepak bola.

“Namun, melihat antusiasme yang tinggi. Hingga ASTI pun dikelola dengan serius,” beber warga Kelurahan Purwosari, Kecamatan Kota, Kudus tersebut.

Pada awalnya, kata dia, ASTI konsepnya tidak boarding school, karena siswanya orang Kudus sendiri. Pada saat itu, siswanya kurang lebih ada 211 orang dan paling banyak memang warga Kudus.

“Tapi dengan perjalanannya waktu, sekarang siswanya sudah dari seluruh Indoenesia. Selain dari pulau Jawa, siswanya juga ada yang dari luar Pulau Jawa. Paling jauh ada yang dari Medan, Kalimantas, Bali hingga Ternate,” rincinya.

Konsep pendidikan di ASTI adalah Boarding School. Selain mendapatkan pelatihan sepak bola yang jadi utama, para siswa tetap bisa mengikuti pendidikan formal dan keilmuan keagamaan.

Baca juga: ASTI Kudus Kirim 2 Tim ke Turnamen Sepak Bola Internasional di Bali, Lawannya dari Inggris hingga Brazil

“Mess juga kita sediakan, makan kita kasih. Pendidikan formal dapat, keilmuan agamanya juga dapat,” imbuhnya.

Dia mengatakan, saat ini ASTI pun tidak hanya di Kudus saja, tapi juga ada di Kendal dan Tegal, dengan total 250 siswa. ASTI sendiri merupakan akademi sepak bola yang sudah terafiliasi dengan PSSI dan terdaftar di Asosiasi Provinsi (Asprov) Jawa Tengah.

“Selama ini para siswa ASTI banyak yang dikontrak klub sepak bola dari Liga 3 dan Liga 2 Indonesia. Bahkan ada juga yang dikontrak klub Liga 1 yaitu Rans Nusantara FC,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,383FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
100,000PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler