31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Dari Jual Martabak Telur Puyuh, Abdul Bisa Bawa Pulang Uang hingga Rp500 Ribu Sehari

BETANEWS.ID, JEPARA – Seorang pria tampak dengan cekatan menuangkan adonan martabak ke dalam tiap-tiap lubang wajan berbentuk bulat. Tak berselang lama, adonan ditimpa dengan telur puyuh satu persatu lalu kembali di tuang adonan lagi.

Di depan dan sampingnya, beberapa pelanggan dari berbagai usia tampak menunggu jajanan itu matang dan bisa segera mencicipinya. Lapak Martabak Telur Puyuh di depan Pasar Kalinyamatan itu memang jadi jujugan pencari jajanan. Bahkan menurut sang penjual, Abdul Rosyid, setiap harinya dia bisa melayani ratusan orang.

Abdul saat berjualan martabak Telur Puyuh di depan Pasar Kalinyamatan. Foto: Erna Safitri

“Kalau sehari bisa terjual sampai 500 biji martabak telur puyuh dengan harga Rp1.000. Biasnya ramai di weekend. Kalau lapaknya pagi di sini, sore jam 4 sampai malam jam 10 di samping SPBU Kriyan,” ujarnya saat ditemui Rabu (11/1/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Mencicipi Martabak Telur Puyuh di Depan Pasar Kalinyamatan yang Jadi Buruan Banyak Orang

Meski kini terbilang ramai, usaha itu rupanya baru dilakoninya sejak 2020, lantaran tak bisa pergi merantau saat ada pandemi Covid-19. Ia yang biasanya bekerja di Luar Jawa akhirnya nekat merintis jualan jajanan itu.

“Sebetulnya saya jualan ini ya karena terdampak Covid-19 di tahun 2020. Saya harus menganggur setahun karena tidak bisa pergi merantau ke luar Jawa. Saat itu juga banyak syarat untuk keluar, harus tes PCR, repid test, dan lainya,” katanya,

Dulunya, Dul berjualan makanan ringan di sekolah-sekolah. Ia berjualan di kota Medan, Sumatra Utara selama lebih dari 10 tahun. Saat Covid-19 itu, Dul hanya membantu istrinya berjualan online untuk menyambung hidup.

“Waktu itu saya dilema mau merantau lagi atau di sini dan buka usaha apa. Terus terinspirasi jualan martabak telur puyuh di Menara yang terlihat ramai,” terangnya.

Secara otodidak, Dul membuat resep martabak telur puyuh ala dirinya selama satu minggu baru kemudian membuka lapak di depan Pasar Kalinyamatan. Lokasi tersebut dipilih Dul karena menurutnya sudah cocok dan strategis pula.

Baca juga: Pakai Cara Promosi Ini, Widoyo Bisa Naikkan Penjualan Soto dari 25 Porsi Jadi Seratusan Porsi Sehari

warga Desa Sidigede, Welahan, Jepara itu mengaku tak sulit mengenalkan kuliner tersebut. Apalagi martabak telur puyuh miliknya punya keistimewaan dari segi rasanya yang gurih, renyah, dan harganya murah. Tak heran jika pelanggannya berasal dari segala usia. Meraka datang dari sekitar Kalinyamatan hingga berbagai kecamatan di Jepara.

“Harapan makin maju, berkembang, bisa buka cabang lagi. Makin laris manis dan banyak yang suka,” tandas bapak satu anak itu.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER