BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang wanita tampak cekatan melayani beberapa pembeli di outlet Es Coklat Mantap, Jalan Kudus-Purwodadi, Desa Medini, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Sembari menuangkan adonan cokelat ke dalam wadah atau cup, ia juga terlihat ramah mengajak interaksi pembeli di sana. Ia adalah Sella Aprillia Verdiani (23), pemilik outlet tersebut.
Sehari-hari, outlet tersebut memang terlihat ramai pembeli, sehingga menurut Sella ia bisa meraup keuntungan bersih hingga Rp200 ribu sehari.
“Untuk awalnya rintis usaha ini sebenarnya dari iseng buka story Instagram di akun resmi usaha waralaba Es Coklat Mantap. Karena pada saat itu tidak ada kerjaan dan ingin bantu suami mencari uang juga. Alhamdulillah waktu buka awal itu respon sangat bagus,” kata Sella kepada Betanews.id, Rabu (21/12/2022).
Baca juga: Es Coklat Mantap di Undaan Ini Bisa Jual hingga Ratusan Cup Sehari Meski Baru Buka 2 Pekan
Bahkan ia tak menyangka outlet yang baru dibuka sejak 2 Desember 2022 itu akan ramai dikunjungi pembeli. Ia juga sempat kebingungan dan harus tutup satu hari di hari keempat karena kehabisan stok.
“Awalnya ya tidak mengira seramai itu sampai stok 12 kilogram bubuk cokelat itu bisa habis dalam tiga hari saja. Karena pikir saya stok itu setidaknya bisa untuk berjualan dalam waktu 5 hari sampai seminggu. Waktu itu saya sempat bingung lantaran pengirimannya juga tidak bisa cepat,” jelasnya.
Menurutnya, saking ramainya pembeli outlet tersebut bisa menjual 90 sampai 100 cup dalam sehari. Bahkan jika weekend bisa jual 180 sampai 200 cup.
Baca juga: Sempat Ingin Berhenti Jualan Karena Omzet Anjlok, Ini Cerita Huda Rintis Usaha Molen Unyil
“Alhamdulillah jika dirata-rata untuk keuntungan bersihnya bisa Rp150 ribu hingga Rp200 ribu sehari. Untuk usaha yang hitungannya baru dirintis ini sangat bagus,” ucap warga Desa Kutuk RT 5 RW 4, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus itu.
Ia menambahkan, meski usaha baru berjalan sebulan, ia sudah bisa menutup modal awal dalam usaha sebesar Rp3,7 juta. Uang itu untuk biaya kemitraan yang mendapatkan outlet kecil, bahan baku, peralatan berjualan, dan lain sebagainya.
“Kalau tidak untuk membeli booth ini dan meratakan tanah di lokasi jualan ini modal sudah bisa kembali sebenarnya, Mas. Saya sangat bersyukur karena dengan usaha ini bisa untuk hidup,” terangnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

