31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Cerita Machrus Dulang Cuan dari Kreasikan Kain Tenun Troso Khas Jepara Jadi Tas Kekinian

BETANEWS.ID, JEPARA – Suara mesin jahit yang begitu khas terdengar di sebuah rumah produksi tas yang berada di Jalan Citrasoma, RT 18 RW 6, Desa Senenan, Kecamatan Tahunan, Jepara. Pria berkaus putih itu, tampak telaten menjahit potongan kain menjadi sebuah tas.

Salah satu potongan kain tersebut, yakni kain Tenun Troso khas Jepara. Kain Tenun Troso ini menjadi daya tarik yang diunggulkan oleh bran lokal kenamaan Bhineka. Pria tersebut ialah Muhamad Machrus Syafi’i, Owner Bhineka.

Ditemui di rumah produksinya, Machrus begitu sapaannya menyebut, sudah menggeluti usaha tas etnik sejak tahun 2020. Terinspirasi dari postingan di Instagram, Machrus tertarik membuat tas Tenun Troso dengan model kekinian dan trendi.

-Advertisement-
Aneka tas yang diproduksi oleh Machrus dengan mengkreasikan Tenun Troso. Foto: Erna Safitri.

Baca juga: Aksesoris Tenun Troso di Kharinable Ini Jadi Buruan Anak Muda

Mengajak seorang teman, ide itu kemudian dieksekusi dengan modal kisaran Rp5 juta. Dengan keahlian menjahit yang didapat dari ibunya, ia lantas membuat tas, lalu di foto untuk diunggah di sosial media.

“Awalnya 2020, ini dulu iseng bareng teman saya. Dulunya dua orang. Inspirasi dari Instagram terus saya ngajak temen saya. Basic jahit dari orang tua karena ibu penjahit pakaian di rumah,” jelasnya, Selasa (24/1/2023).

Menurut Machrus, saat pandemi itulah produknya laku keras puluhan hingga ratusan pcs setiap harinya. Apalagi, desain tas etnik buatanya yang kekinian dan hanya mengkombinasikan sedikit motif kain Tenun Troso pada tasnya. Desain ini lah, yang membuat anak muda suka dan tidak ragu memakainya.

Banyaknya penjualan tersebut, rata-rata berasal dari teman ke teman dan reseller. Namun, meski tampak mulus, usaha yang dijalani Machrus rupanya mengalami pasang surut di tahun ketiga yakni tahun 2022. Penjualan mengalami penurunan. Seiring dengan itu, rekannya memutuskan berhenti tergabung di Bhineka.

“Tahun 2022 malah surut, sekarang sudah saya sendiri yang pegang. Mungkin juga karena beberapa reseller juga sudah fokus ke hal lain. Jadi saya cara lain selain mengandalkan reseller,” paparnya.

Mengatasi hal tersebut, pemuda berusia 28 tahun itu lantas mulai memfokuskan untuk memperbaiki penjualan online. Dengan mengikuti iklan, dan rajin bikin konten untuk diposting di beberapa marketplace dan sosial media. Cara itu, cukup membantu menaikkan sedikit demi sedikit penjualan tas Bhineka.

Kini, penjualan tas Tenun Troso khas Jepara itu mulai stabil dengan penjualan rata-rata 2-8 pcs tas setiap harinya. Terdapat tujuh model tas Bhineka, yakni weishbag, shoulder bag, sling bag, sling pouch, pouch, slempang dan walet. Dengan harga, muali dari Rp35 ribu hingga Rp90 ribu per pcs.

Baca juga: Kain Tenun Troso Pakai Pewarna Alami yang Terlihat Elegan nan Mewah

“Penjualan sudah hampir seluruh Indonesia, kebanyakan dari luar pulau Jawa, seperti Kalimantan, Sulawesi hingga Malaysia. Sehari maksimalkan karena pengerjaan sendiri 12 tas Tenun Troso,” ungkapnya.

Machrus berharap, produksi tas kain Tenun Troso ini dapat terus berkembang dan menjadi salah satu brand lokal yang disukai banyak orang. Ia juga berkeinginan produksi tas Tenun Troso bisa diproduksi oleh vendor, sehingga dirinya bisa fokus untuk pemasarannya.

“Ke depannya nanti semoga produksinya bisa dikerjakan vendor dalam sekala besar, jadi bisa makin fokus mengembangkan untuk promosi dan marketingnya,” tukasnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER