31 C
Kudus
Minggu, Januari 23, 2022
spot_img
BerandaDaerahKain Tenun Troso...

Kain Tenun Troso Pakai Pewarna Alami yang Terlihat Elegan nan Mewah

BETANEWS.ID, JEPARA – Benang-benang yang diikat itu perlahan dimasukkan dalam pewarna. Tak butuh waktu lama, pria yang tadi menyelupkan benang lantas mengangkatnya untuk kemudian dikeringkan. Benang-benang itulah yang kemudian akan ditenun di alat tradisional yang berada tak jauh darinya.Di alat tenun tradisional itulah pria bernama Ahmad Karomi (32) itu menenun Kain Troso.

Warga Desa Troso RT 1 RW 2, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara itu menekuni usaha sejak 2015 lalu. Ia  mengaku sudah mengenal tenun sejak kecil dan mempelajarinya secara otodidak.

Romi sedang menenun Kain Troso yang menggunakan pewarna alami. Foto: Kartika Wulandari.

“Awalnya saya memproduksi tenun masih menggunakan pewarna sintetis seperti umumnya di sini. Saya setor ke pengepul, dan itu memproduksi tenun sendiri,” ucapnya.

- Ads Banner -

Baca juga: Kain Troso di Abadi Tenun Troso Ini Punya Banyak Motif Ciamik

Setelah menjalani usaha selama dua tahun, ia kemudian beralih ke pewarna alami karena lebih ramah lingkungan.  

“Karena saya melihat limbah pewarna sintetis dibuang sembarangan, dimulai 2017 saya mulai memproduksi menggunakan warna bahan alami. Saya sudah mengenal warna alam mulai belajar, tahun ini sudah mulai membuat tenun dengan warna bahan alam. Sampai hari ini,” terang dia.

Menurutnya, proses pembuatan kain tenun dengan pewarna alami ini memang membutuhkan waktu yang lebih lama. Bahkan ia menyebut, proses pewarnaan bisa menghabiskan wakru seminggu sampai dua minggu.

Bahan untuk warna alami itu juga didapatkan dari jepara, seperti limbah mebel kulit kayu untuk warna oranye, hitam menggunakan daun mangga, dan untuk warna biru pakai daun indigofera.

“Proses pembuatan sintetis sudah cepat. Kalau di warna alam tidak bisa. Sintetis satu kali celup sudah jadi. Sedangkan kalau warna alam harus berulang-ulang,” ujar Romi.

Tak hanya itu, Romi juga menciptakan motif khas Kota Ukir seperti ragam bentuk ukir hingga cerita rakyat. Dengan pembuatan motif sendiri ini, Romi berharap ada legitimasi Jepara punya motif sendiri.

Baca juga: Muria Batik Abadikan Gading Gajah Situs Patiayam jadi Motif Batik

“Saat ini saya sudah memproduksi motif kreasi baru ciptaan sendiri. Kalau umumnya banyakan motif pesanan untuk memenuhi pasar di luar Jawa, misal Bali, NTT, Toraja banyak diproduksi di sini. Di Bali boleh dikatakan 80 persen dari sini. Kebanyakan pasarnya mereka,” ungkap Romi.

Kemudian untuk pemasaran tenun buatannya, ia membidik pasar online, denganharga Tenun Troso kreasi Romi satu potongnya dipatok Rp850 ribu.

“Targetnya desainer, kolektor, komunitas fashion yang baru tumbuh di kota besar. Harganya memang cenderung lebih mahal hampir 8 kali lipat dibanding Troso Ende yang biasa di harga Rp 180 ribu,” tandas Romi.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 12 - Banjir Abadi di Wilayah Bekas Selat Muria (Kudus dan Pati)

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,340PengikutMengikuti
75,048PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler